Ramia Adnyana: Pariwisata Bali Sudah di Titik Nadir
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Wakil Ketua Umum Kadin Bali, Bidang Akomodasi dan Pengembangan Pariwisata, I Made Ramia Adnyana mengungkap bahwa kondisi pariwisata Bali setelah diberlakukan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berada pada titik nadir alias terendah sepanjang sejarah.
"Kondisi pengusaha pariwisata saat ini memang sudah benar benar di titik nadir akibat dampak kebijakan PPKM Darurat. Walau di sisi lain tujuannya adalah untuk menurunkan tingkat penyebaran pandemi Covid-19 terutama varian delta," ungkapnya, Kamis (5/8)
I Made Ramia Adnyana menjelaskan, dampak terjadi setelah perpanjangan pemberlakuan PPKM darurat mengakibatkan kondisi pariwisata Bali semakin parah. Sebab dikatakan, kedatangan tamu di Bandara Ngurah Rai hanya berkisar 400-600 orang dibanding sebelum PPKM mencapai 9.500-10.000 setiap hari.
"Ditambah dengan status Bandara Ngurah Rai yang tidak diizinkan menghandle international passenger (penumpang internasional). Jadi semua harus melalui empat bandara lainnya. Soekarno Hatta, Juanda, Kualanamu dan Sam Ratulangi Manado," pungkasnya.
Ramia Adnyana yang juga Ketua DPD Masata (Masyarakat Sadar Wisata) Bali mengakui, sampai saat ini baru tersentuh Bansos (bantuan sosial) tahun lalu saja. Meski nyatanya secara khusus hotel ia bekerja tidak menerima hibah lantaran ada masalah internal.
"Poin yang diinginkan kami sebagai praktisi dan pengusaha pariwisata adalah adanya insentif Pajak, PLN, PDAM dan penundaan cicilan di bank. soft loan (pinjaman lunak) dan capital fund (bantuan modal) untuk bisa membuka kembali usaha yang sudah kolaps selama ini melalui dana PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional) atau hibah," harapnya.
Pihaknya mengaku tetap optimis dan memohon kepada Presiden Jokowi untuk membuka Bali dengan catatan merealisasikan tambahan 3 juta vaksin agar bisa mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok 70% penduduk Bali tervaksin di bulan Agustus 2021. Melanjutkan program CHSE (cleanliness, health, safety, environmental sustainability) di semua kawasan pariwisata, DTW (daerah tujuan wisata) dan fasilitas pendukung pariwisata dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.
"Memastikan pintu gerbang masuk ke Bali dijaga dengan ketat seperti Bandara Ngurah Rai, Pelabuhan Gilimanuk, Pelabuhan Padang Bai, Pelabuhan Benoa, Celukan Bawang agar tidak ada lagi pelanggaran dan permainan. Kami juga mohon karena hampir 1,2 juta pekerja pariwisata di Bali menganggur agar tetap diperhatikan logistiknya baik sembako maupun BLT (bantuan langsung tunai atau BSU (bantuan subsidi upah). Semoga pandemi Covid-19 segera berlalu sehingga ekonomi pariwisata Bali dapat bangkit dan menggeliat kembali," papar Ramia Adnyana. (COK/RIS/PDN)