Podiumnews.com / Aktual / News

BIN Bali Gelar Vaksinasi Lanjutan 3 Ribu Pelajar dan Masyarakat di Denpasar

Oleh Podiumnews • 12 Agustus 2021 • 18:01:48 WITA

BIN Bali Gelar Vaksinasi Lanjutan 3 Ribu Pelajar dan Masyarakat di Denpasar
Kabinda Bali, Brigjen Pol. Hadi Purnomo, S.H.MM saat menyerahkan cindera mata kepada Kepala SMPK 1 Harapan, Ir. Ni Nyoman Serayawati, MM(Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Badan Intelijen Negara (BIN) Daerah Bali, Kamis (12/8), menggelar vaksinasi Covid-19 lanjutan menyasar pelajar dan masyarakat dengan menyediakan 3000 dosis vaksin Sinovac Biovarma.

Vaksin lanjutan itu dilaksanakan di tiga tempat. Yaitu SMA Negeri 5 Denpasar, SMPK 1 Harapan dan di Banjar Gaduh, Kelurahan Sesetan, Denpasar Selatan.

“Untuk vaksin hari ini kita menyiapkan 3000 vaksin. Di SMA 5 ada 1000, di SMP Harapan 1000, kemudian di Banjar Gaduh, ‘dor to dor’ itu dilaksanakan juga 1000 vaksinasi,” ungkap Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Bali, Brigjen Pol. Hadi Purnomo, S.H.MM, saat gelaran Vaksinasi di SMPK 1 Harapan, Denpasar, Kamis (12/8) siang.

Menurutnya, vaksinasi lanjutan kali ini fokus menyasar para siswa, baik itu SMP dan SMA serta masyarakat yang tidak dapat menuju ke tempat vaksinasi, seperti orang tua dan disabilitas dengan cara vaksinasi dari rumah ke ruma (dor to dor).

“Dengan adanya vaksinasi lanjutan ini diharapkan mereka punya kekebalan, sehingga pemerintah juga akan membuka Pembelajaran Tatap Muka (PTM) baik itu SMP maupun SMA,” jelas Kabinda.

Selain itu, Kabinda Hadi Purnomo mengatakan vaksin lanjutan ini digelar serentak di 14 provinsi termasuk Bali, sehingga akan memberikan herd immunity (kekebalan kelompok) agar mempercepat pembukaan pariwisata untuk perekonomian Bali.

“Itu harapan kita semua yang ada di Bali,” tegasnya.

Disamping melaksanakan vaksinasi, ia juga mengungkap pihaknya terus berupanya membantu masyarakat Bali terdampak Covid-19 dan yang membutuhkan dengan rutin membagikan sembako.

“Untuk menekan yang istilahnya kekurangan atau kemiskinan yang ada di Bali ini, kita hampir setiap hari juga memberikan bansos. Baik itu kepada masyarakat yang terdampak pandemi khususnya, maupun umum yang membutuhkan berupa sembako,” katanya.

Sementara itu, Kepala SMPK 1 Harapan, Ir. Ni Nyoman Serayawati, MM, memberikan apresiasi dan terimakasih atas penyelenggaraan 1000 vaksinasi lanjutan untuk para siswa-siswinya kepada BIN.

“Terimakasih untuk program dari BIN yang bisa melaksanakan 1000 vaksin untuk anak-anak kami. Sehingga apa yang diharapkan untuk PTM kedepan, nanti akan bisa terlaksana dengan terealisasinya vaksin kedua ini,” ungkapnya.

Meski saat ini Denpasar masih termasuk kedalam zona merah, pihaknya terus optimis dan menunggu kebijakan pemerintah untuk membuka sekolah offline.

Tak hanya itu, ia juga mengungkap telah menyusun dan merancang segala persiapan untuk Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Kembali.

“Kami sudah siap. Peralatan, prokes semua sudah dipersiapkan. Kami berharap dengan vaksin kedua ini, program kami yang banyak tertunda bisa segera di laksanakan,” terangnya.

Hal senada diungkapkan Kabid Pendidikan di Yayasan Kristen Harapan Drs. I Gusti Putu Darmawan, MM. Berdasarkan hasil survei, menurutnya 99% orang tua wali murid telah menghendaki pelaksanaan PTM.

“Nah mudah-mudahan dengan program pemerintah yang gencarkan vaksinasi saat ini, yang diselenggarakan oleh BIN itu akan memberi dampak positif kepada anak-anak dan juga orang tua,” jelasnya.

“Sehingga nanti pemerintah, kalau situasi sudah membaik, mengijinkan kita untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka langsung,” imbuhnya.

Dilain sisi, Bunga Ayudya seorang siswi SMPK 1 Harapan yang mengikuti vaksinasi lanjutan itu merasa senang. Sebab, dengan ini, ia memiliki harapan untuk bisa lekas menjalani sekolah seperti saat belum adanya Covid-19.

“Lebih enak belajar offline, karena pelajaran lebih mudah dimengerti, penjelasan dari guru juga lebih mudah dimengerti, bisa ketemu dengan temen-temen juga. Semoga bisa lagi belajar tatap muka di sekolah,” harapnya.

Gadis remaja itu menilai bahwa disuntik vaksin tidaklah menakutkan dan sakit. Menurutnya hanya menimbulkan rasa nyeri sekejap.

“Sudah dua kali ikut vaksin. Gak sakit sih, cuma pas disuntik agak sedikit ngilu,” polosnya sambil tersenyum.

Diketahui, dari 1000 siswa yang turut vaksinasi di SMPK 1 Harapan merupakan gabungan pula siswa SMPN 6 Denpasar untuk tahap dua. 

Di waktu yang sama, proses vaksinasi juga digelar di SMAN 5 Denpasar dengan peserta yang tidak kalah banyak.

Kepala SMA 5 Denpasar Cokorda Istri Mirah Kusuma Wdyawati menyatakan apresiasi dan menjadi kehormatan bagi sekolah yang dipimpinnya mewakili Pemprov Bali dalam pelaksanaan vaksinasi anak 12-17 tahun.

Pihaknya mendapatkan rekomendasi untuk memfasilitasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Kabinda kerja sama dengan Pemprov Bali melalui Dinas Pendidikan.

“Kami ditunjuk dan menjadi suatu kehormatan bagi kami,” ucap Cok Mirah Kusuma Widiawati.

Dengan vaksinasi anak 12-17 tahun tahap pertama itu, dirinya merasa yakin pembelajaran tatap muka lebih aman untuk dilakukan.

“Sebelumnya agak khawatir tapi sekarang anak-anak sudah divaksin, jadi kami merasa semakin aman, kalau nanti pembelajaran tatap muka (PTM) dilakukan,” kata Kasek yang akrab disapa Ibu Cok itu disela-sela acara.

Untuk pelaksanaan vaksinasi sendiri, menurut Ibu Cok telah dilaksanakan dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat dan menghindari kerumunan.

“Karena kondisi protokol kesehatan, kita kondisikan 1 jam untuk 3 kelas. Jadi begitu selesai, datang lagi anak. Jadi tidak ada kerumunan,” katanya. (RIS/PDN)