Ajak Perangi Radikalisme, Kapolresta Denpasar Gelar Silahturahmi dengan LDII
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Melalui ajang silahturahmi atau bertatap muka langsung dengan berbagai komponen masyarakat, Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan mengajak mereka bersama-sama memerangi aksi radikalisme, intolerasi dan terorisme.
Pada Senin (25/2) malam misalnya, Kapolresta bertatap muka dengan warga LDII di Gedung Serbaguna LDII di Jalan Padang Griya Gang II Nomor 1 Padangsambian Denpasar.
Kombes Ruddi didampingi oleh Wakapolresta Denpasar AKBP Benny Pramono, mengajak warga LDII bersatu melawan terorisme.
Pertemuan ini pula dihadiri Ketua LDII Kota Denpasar H.M. Kafilari Rohimanto, Ketua MUI Kota Denpasar KH. Saifuddin Zainani dan 500 warga LDII.
Ketua LDII Kota Denpasar Kafilari Rohimanto menyambut baik kedatangan Kapolresta Denpasar dan jajaran. Menurutnya, kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pemahaman terkait bahaya radikalisme, intoleransi dan terorisme, termasuk penggunaan media sosial.
“Untuk diketahui, kami sudah tanamkan kepada warga kami di sini tentang 4 Pilar Kebangsaan, dan mendukung langkah-langkah pemerintah yang sah,” terangnya.
Sementara dalam sambutan Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan, materi pertemuan ini membahas radikalisme, intolerasi dan terorisme.
Menurutnya, Bali sudah pernah terjadi Bom Bali I dan II dilakukan kelompok terorisme, dan jaringan terorisme terstruktur di Indonesia didominasi oleh Jamaah Anshorut Taukid (JAT).
Menyikapi hal itu, Kombes Ruddi berharap agar Bali tidak lagi menjadi sasaran bom untuk ketiga kalinya.
“Jangan sampai Bali kembali menjadi sasaran bom. Kami berharap agar warga turut andil menjaga dan memberikan rasa aman di masyarakat,” tegasnya.
Selain terorisme, Bali juga dihadapkan oleh sejumlah persoalan, di antaranya pemberantasan narkoba, premanisme dan sasaran kejahatan lainnya.
“Kami berharap agar warga lebih waspada. Bila ada yang dicurigai segera dilaporkan, mari bersatu lawan terorisme. Karena terorisme merupakan faham kelompok dengan melakukan ancaman yang dapat menimbulkan rasa takut untuk suatu tujuan tertentu,” terangnya.
Mantan Kapolres Badung ini juga minta dukungan warga untuk menjaga situasi Kamtibmas menjelang Pemilu 2019 agar berjalan aman, damai dan sejuk. (ISU/PDN)