Brigjen Alit Widana Salut Atas Kemajuan Pembangunan Pelayanan Polresta Denpasar
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Dalam rangka penelitian (kuesioner) calon perwira polisi, rombongan Sespim Lemdiklat Polri yang diketuai Brigjen Pol Alit Widana mengunjungi Mapolresta Denpasar, Selasa (26/2).
Brigjen Pol Alit Widana Mantan yang merupakan mantan Wakapolda Bali ini, dalam kesempatan itu menyatakan salut atas kemajuan dan pembangunan pelayanan di Polresta Denpasar.
Kedatangan Brigjen Alit Widana didampingi Brigjen Pol Agus Sutisna disambut langsung Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan dan pejabat utama Polresta Denpasar.
Sementara kegiatan pelaksanaan penelitian (kuesioner) yang berlangsung di Gedung Pesat Gatra Mapolresta Denpasar ini dihadiri perwira Polisi, LSM, mahasiswa, pelajar, wartawan, tokoh masyarakat, tokoh agama dan PNS.
Menurut Brigjen Alit, giat kuesioner ini sebenarnya berlangsung di 4 Polda di Indonesia, yakni Polda Jatim, Kaltim, Kalsel dan Polda Bali.
Diterangkannya, lembaga pendidikan Polri saat ini telah menghasilkan banyak perwira polisi calon Kapolres, dari berbagai gelombang pendidikan.
Untuk itu, guna memajukan lembaga pendidikan tersebut, pihaknya harus mengetahui bagaimana perkembangan calon perwira itu di lapangan.
“Sehingga nantinya hasil yang kami dapatkan dari penelitian ini akan diambil kebijakan oleh pimpinan Bapak Kapolri dalam rangka mengembangkan dan memajukan lembaga pendidikan di Sespim Lembang Polri,” ungkapnya.
Ia pun berharap, hasil kuesioner ini mampu menghasilkan output peserta pendidik dalam menyelesaikan tugas di lapangan, menuju profesionalisme, moderen dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
“Masyarakat semakin percaya bahwa dengan berurusan dengan polisi akan dilayani dengan baik, diberikan bantuan dan terwujud kepastian hukum,” ungkap jenderal bintang satu asal Tabanan ini.
Di samping itu juga, kata Brigjen Alit, pihaknya akan melihat bagaimana penerapan democracy policing polisi di antara lulusan Sespimti, Sespimen, dan Sespimma termasuk implementasinya di tingkat pelaksanaan anggota.
“Apa yang dirasakan oleh masyarakat dalam rangka penerapan demokracy policing polisi ini yang intinya adalah penerapan hak asasi manusia dan pelayanan serta pertolongan kepada masyarakat menuju pelayanan prima,” jelas mantan Kapoltabes Denpasar ini.
Pelayanan prima yang dimaksud, kata mantan Kapolres Gianyar ini adalah wujud dari pelayanan yang diberikan anggota Polri kepada masyarakat, sehingga masyarakat puas, tidak merasa dipimpong dan ada kepastian hukum di setiap level pelayanan.
Di sela-sela paparannya, Brigjen Alit mengaku salut dan bangga atas perkembangan pembangunan di Mapolresta Denpasar. Jika dulu, semasa menjabat Kapoltabes Denpasar (sekarang Polresta Denpasar, red) bangunan Polresta Denpasar tidak semegah ini.
“Kemajuan Poresta Denpasar saat ini sudah sangat pesat. Saya lihat bangunanya sudah bagus. Zaman saya ini belum ada. Jadi, yang sudah bagus ini bisa dirawat dengan baik. Saya yakin Polresta akan mampu melaksanakan tugasnya dalam rangka mengemban tugas Negara, mewujudkan harkamtibmas aman dan tenteram yang akan mendukung pariwisata,” tegasnya.
Selain itu, Brigjen Alit mengaku sudah mendengar jika Polda Bali dan jajaran mendapat penilaian nomor 1 dalam hal kepercayaan masyarakat.
Untuk itu, ia pun berharap, semoga dalam pelaksanakan penelitian kuesioner ini dapat memberikan kemajuan bagi jajaran Polresta Denpasar dan Polda Bali. (ISU/PDN)