Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Wagub Cok Ace Harapkan Border Pariwisata Bali Bisa Dibuka

Oleh Podiumnews • 19 Agustus 2021 • 22:04:43 WITA

Wagub Cok Ace Harapkan Border Pariwisata Bali Bisa Dibuka
Wagub Cok Ace

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) berharap border pariwisata Bali dapat dibuka dengan menetapkan skema tertentu tanpa mengabaikan faktor kesehatan.

Harapan itu disampaikannya Cok Ace sebagai Ketua Tim Pemulihan Ekonomi Bali saat menghadiri Rapat Koordinasi Penguatan Sistem dan Strategi Percepatan Penanganan Covid-19 di Provinsi Bali yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) secara daring, Kamis (19/8).

Cok Ace mengungkapkan bahwa pandemi Covid-19 tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, namun juga memporakporandakan perekonomian daerah Bali. Di sisi lain, ia menyambut gembira terpilihnya Pulau Dewata menjadi tuan rumah penyelenggaraan Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) tahun 2022 mendatang.

“Semuanya bahu membahu, bekerja keras dengan semangat tinggi dalam mengendalikan penyebaran Covid-19 di wilayah Bali, sehingga terjadi tren penurunan kasus Covid-19. Ini bisa terus berlanjut sehingga perekonomian Bali bisa segera pulih,” ucapnya.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito dan undangan dari kalangan akademisi, peneliti dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi itu, Cok Ace sangat mendukung terkait upaya penguatan peran akademisi dan peneliti melalui riset kebencanaan dan KKN Tematik yang diselenggarakan BNPB.

“Riset dari para peneliti, saya harap dapat menghasilkan masukan dan solusi yang implementatif dalam penanganan pandemi Covid-19 di Bali,” harapnya.

Menanggapi apa yang disampaikan Cok Ace, Kepala BNPB Letjen TNI Ganip Warsito mengaku sangat memahami situasi yang dihadapi Pulau Dewata. Sebagai daerah yang sebagian besar ekonominya bertumpu pada sektor pariwisata, Bali mengalami dampak ekonomi yang sangat signifikan.

“Pariwisata membutuhkan mobilitas manusia, sementara situasi pandemi memaksa kita sementara waktu melakukan pembatasan agar laju penyebaran Covid-19 bisa dikendalikan,” ungkapnya.

Menurutnya ada tiga pilar yang perlu dikuatkan dalam strategi penanganan Covid-19 yaitu penerapan protokol kesehatan 3M (memakai masker,rajin mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir dan menjaga jarak), optimalisasi 3T (Testing, Tracing dan Treatment) dan cakupan vaksinasi.

Untuk cakupan vaksinasi, ia menyebut capaian Bali sangat baik. Dengan road map pengendalian Covid-19 yang telah dirancang pemerintah, ia yakin Bali secepatnya bisa bangkit. Terlebih, pemerintah sangat berkepentingan dengan pulihnya Bali karena pada tahun 2022 mendatang akan menjadi tuan rumah penyelenggaraan GPDRR.

Dijelaskan Ganip, GPDRR merupakan forum dua tahunan yang dibentuk United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). Forum ini bertujuan meninjau kemajuan berbagai pengetahuan, mendiskusikan perkembangan dan trend terbaru dalam penanganan kebencanaan. Forum tersebut rencananya akan dihadiri 193 negara dengan 5 ribu hingga 7 ribu peserta.

“Itu sebabnya, kita sangat berkepentingan dengan upaya pemulihan Bali. Ini juga kesempatan yang sangat baik untuk menganggap citra kita,” imbuhnya.

Di lain pihak, Ganip berpendapat upaya percepatan penanganan Covid-19 bisa berjalan optimal dengan pendekatan kearifan lokal. Salah satu langkah yang ditempuh BNPB adalah menggandeng akademisi dalam riset kebencanaan dan KKN tematik. Riset kebencanaan melibatkan 49 peneliti dari 23 Perguruan Tinggi dan terbanyak dari Daerah Bali.

“Sedangkan KKN tematik diikuti 5.000 mahasiswa. Mereka langsung diterjunkan menjadi agen perubahan dalam penanganan masalah sosial di masyarakat,” sebutya.

Pada bagian lain, Ganip juga menyinggung tren perkembangan Covid-19 yang terus bermutasi. Mencermati hal itu, ia mengatakan bahwa nantinya kebijakan akan diarahkan pada perubahan status pandemi menjadi endemi. “Nantinya kita harus siap berdampingan dengan Covid-19, tetap produktif tapi tetap aman. Kuncinya adalah disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan,” imbuhnya. (ISU/PDN)