Podiumnews.com / Aktual / News

Ny. Putri Koster: Gotong-Royong Kunci Keberhasilan Bertahan di Masa Pandemi

Oleh Podiumnews • 25 Agustus 2021 • 21:55:48 WITA

Ny. Putri Koster: Gotong-Royong Kunci Keberhasilan Bertahan di Masa Pandemi
Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber pada acara bertajuk Bahagia dan Sejahtera (Bahtera) yang disiarkan TVRI Bali, Rabu (25/8) di Denpasar.

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ketua TP PKK Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster mengatakan bahwa semangat gotong-royong sebagai salah satu kearifan lokal yang dapat menjadi kunci keberhasilan untuk bertahan di masa pandemic Covid-19.

Hal itu disampaikan Ny. Putri Koster saat menjadi narasumber pada acara bertajuk Bahagia dan Sejahtera (Bahtera) yang disiarkan TVRI Bali, Rabu (25/8) di Denpasar.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat meningkatkan semangat gotong-royong agar bisa bertahan melewati masa pandemi Covid-19 yang telah membawa pengaruh besar terhadap kehidupan masyarakat.

“Banyak kebiasaan yang harus berubah. Kita tak boleh berkumpul, padahal kehidupan masyarakat kita sangat suka berkumpul,” ujarnya.

Dikatannya, bahwa satu setengah tahun berlalu, pandemi Covid-19 hingga saat ini belum menunjukkan tanda akan berakhir. Bahkan peningkatan kasus belakangan ini memaksa pemerintah menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Di tengah situasi itu, TP PKK sebagai partner pemerintah, lanjut dia, mengambil peran aktif dalam mensosialiasikan disiplin penerapan prokes mulai dari lingkungan keluarga.

“Karena ibu bukan orang profesional, ibu melakukan edukasi dengan sentuhan seorang ibu,” ucapnya.

Di sisi lain, Ny. Putri Koster menginformasikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya untuk mengendalikan penyebaran Covid-19 yang dibarengi dengan kebijakan pemulihan ekonomi.

Ia berharap, masyarakat mengikuti skema yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam penanganan Covid-19.

“Kepatuhan masyarakat mengikuti aturan yang ditetapkan pemerintah adalah kunci keberhasilan penanganan Covid-19,” ujarnya.

Ia memahami situasi sulit yang dihadapi masyarakat. Di tengah situasi itu, ia menilai perempuan memiliki peran penting agar anggota keluarga bisa bertahan di tengah situasi pandemi.

“Ibu amati, di tengah pandemi perempuan memiliki peran penting. Bagaimana mereka harus mendampingi anak yang belajar dari rumah, membantu perekonomian keluarga karena suami kehilangan pekerjaan. Mereka berupaya menghidupi keluarga dengan keahlian yang dimiliki, kebanyakan memproduksi makanan yang mereka jual secara online,” urainya.

Membantu keluarga bertahan di masa pandemi, TP PKK punya program Halaman Asri Teratur Indah dan Nyaman (HATINYA PKK). Program yang mendorong keluarga memanfaatkan halaman rumah untuk ditanami berbagai kebutuhan pokok ini sangat dirasakan manfaatnya di tengah pandemi.

“Mereka dapat memetik cabai, sayur mayur dan lainnya yang ditanam di halaman rumah sehingga bisa menekan pengeluaran rumah tangga,” tambahnya.

Sementara itu, Bagus Sudibya menyebutkan, pariwisata adalah sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19. Ia menilai dampak pandemi Covid-19 lebih buruk dibandingkan Perang Teluk, Krisis Moneter, Bom Bali 1 dan 2 hingga Erupsi Gunung Agung.

Terlepas beratnya situasi dihadapi pelaku pariwisata, ia menilai situasi ini bisa menjadi momentum mulat sarira.

“Setiap ada tantangan pada sektor pariwisata, semua berpikir tentang apa yang harus dilakukan agar tak terlalu bergantung pada sektor pariwisata. Tapi setelah situasi normal atau kembali ke zona nyaman, kita lupa lagi. Padahal kita sadar bahwa pariwisata adalah sektor yang sangat rentan, ujian akan terus datang dalam bantuk yang berbeda,” terangnya.

Untuk itu, ia berharap situasi pandemi Covid-19 bisa menjadi momentum untuk melakukan diversifikasi agar perekonomian Bali tak terlalu bergantung pada sektor pariwisata. Semua sektor harus sama kuat dan bisa menjadi independent saat sektor yang lain terpuruk. (ISU/PDN)