Podiumnews.com / Aktual / News

Tinjau Pembangunan Pelabuhan Sanur, Koster: Ini Akan Jadi Ikon Baru di Denpasar

Oleh Podiumnews • 08 September 2021 • 22:10:37 WITA

Tinjau Pembangunan Pelabuhan Sanur, Koster: Ini Akan Jadi Ikon Baru di Denpasar
Gubernur Koster saat meninjau perkembangan Pembangunan Pelabuhan Sanur, Rabu (8/9).(Foto: Istimewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan jika Pelabuhan Sanur kedepan tidak hanya akan memberi manfaat kemudahan bagi warga Bali yang akan menyeberang ke Nusa Penida, Nusa Ceningan dan Nusa Lembongan, tetapi juga bisa menjadi ikon baru bagi Kota Denpasar.

“Kalau pembangunan pelabuhan ini sudah selesai, Saya kira ini akan menjadi ikon baru di Kota Denpasar yang belum pernah terpikirkan sebelumnya, termasuk sebagai bangunan yang monumental penanda Bali Era Baru,” kata Gubernur Koster saat meninjau perkembangan Pembangunan Pelabuhan Sanur, Rabu (8/9).

Kunjungan Gubernur kali ini dalam rangka memastikan pekerjaan pembangunan Pelabuhan Sanur berjalan sesuai jadwal dan target yang telah direncanakan.

“Saya akan memantau pembangunan ini setiap bulan sekali, supaya betul-betul sesuai rencana pembangunannya,” ungkapnya.

Gubernur Bali menegaskan bahwa pembangunan Pelabuhan Sanur harus harmonis dengan kondisi alam beserta masyarakat dengan kehidupannya, yaitu nelayan. Di samping itu juga memastikan tempat suci yang ada di Kawasan Pembangunan tetap terjaga dengan baik.

“Jangan sampai terganggu, termasuk juga tempat melasti-nya harus diberikan ruang untuk memperlancar pelaksanaan upacara yang dilakukan oleh masyarakat di Sanur,” tegas Koster.

Selanjutnya, dijelaskan Gubernur Bahwa Pembangunan Pelabuhan Sanur merupakan salah satu dari tiga pelabuhan yang dirancang, yaitu Pelabuhan Segitiga Sanur di Denpasar, Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida, dan Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan yang dibangun secara bersamaan dengan anggaran penuh dari APBN Kementrian Perhubungan RI.

Secara rinci, anggaran Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida senilai Rp 87 Milyar, Pelabuhan Bias Munjul di Nusa Ceningan sejumlah Rp 97 Milyar, dan Pelabuhan Sanur di Denpasar anggarannya paling besar, yakni Rp 376 Milyar sehingga total mencapai Rp 560 Milyar.

“Di dalam pengerjaan ini, juga Saya minta agar sedapat mungkin melibatkan warga yang ada disini sebagai tukang, agar mampu meningkatkan perekonomian masyarakat disini. Termasuk kebutuhan materialnya, karena ini merupakan pekerjaan yang perlu keakuratan yang tinggi dan tidak boleh sembarangan material. Maka sepanjang materialnya berkualitas dan bisa dipertanggungjawabkan, Saya minta pihak pelaksana mengakomodir material yang ada di masyarakat sini dengan kontraktor lokal disini, supaya juga pembangunan pelabuhan ini berdampak langsung bagi tenaga kerja di Sanur serta menjadi sumber pendapatan masyarakat sekaligus mengairahkan perekonomian masyarakat yang ada di wilayah Sanur,” kata Gubernur.

Koster juga bercerita awal mula sejarah terealisasinya pembangunan Pelabuhan Sanur-Nusa Penida-Nusa Ceningan merupakan upaya yang telah dilakukannya bahkan sejak sebelum menjadi Gubernur. Hingga saat ia menjadi orang nomor satu di Bali, baru program itu dapat terwujud.

“Astungkara Bapak Presiden berkenan menyetujui dan langsung menginstruksikan kepada Bapak Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi untuk memprogramkan sekaligus tiga pelabuhan usulan Gubernur Bali. Untuk Pelabuhan Sampalan di Nusa Penida mulai dibangun Tahun 2020, akan selesai bulan Oktober tahun 2021. Kemudian Pelabuhan Bias Muncul di Nusa Ceningan dan Pelabuhan Sanur di Denpasar dikerjakan mulai tahun 2021 dan selesai tahun 2022,” jelas mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan itu.

Dilain sisi, pimpinan Proyek Hutama Bangun Virama KSO, Heru Wijanarko melaporkan bahwa proyek pembangunan Pelabuhan Sanur saat ini sedang memasuki tahap Pekerjaan Breakwater 1 (Sisi Selatan) berupa Pemasangan Geotextile yang progressnya 79 persen, Pemasangan Batu Core dengan progress mencapai 27 persen, serta Pemasangan Secondary Layer yang progressnya baru 6 persen.

Sedangkan untuk Pekerjaan Breakwater 2 (Sisi Utara) juga sudah menunjukan progress 72 persen berupa Pemasangan Geotextile, Pemasangan Batu Core 54 persen, dan Pemasangan Secondary Layer yang progressnya baru mencapai 9 persen.

“Selain Pekerjaan Breakwater 1 dan Breakwater 2, kedepan proyek pembangunan Pelabuhan Sanur akan memasuki tahapan pekerjaan pengerukan, pekerjaan talud, pekerjaan dermaga apung hingga pekerjaan fasilitas darat dengan target penyelesaian di Bulan Mei 2022,” ujar Heru Wijanarko.

Sementara itu, wakili Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih, Sanur Kaja, Denpasar Selatan, Ketut Sukarja dihadapan Gubernur Bali menyampaikan terimakasih, karena tetap memperhatikan nasib nelayan ditengah pembangunan Pelabuhan Sanur.

“Sejak dari awal Kami meminta difasilitasi tempat khusus untuk nelayan. Jangan sampai nanti ketika pelabuhan ini berdiri bagus, Kami para nelayan malah menjadi penonton disini. Sehingga dalam kesempatan yang baik ini, Kami sebagai nelayan yang tergabung di Kelompok Nelayan KUB Mina Sari Asih yang memiliki 40 anggota, memohon agar selalu diperhatikan oleh Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Provinsi Bali untuk diberdayakan. Karena selain menjadi nelayan, Kami juga hadir sebagai penyelamat masyarakat, apabila ada musibah di laut,” ujar Ketut Sukarja. (ISU/PDN)