Imbas Aksi Brutal Penembakan di New Zealand, Polda Bali Tingkatkan Kewaspadaan
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Menyusul aksi brutal penembakan yang dilakukan seorang pria ke dalam dua masjid di New Zealand, Kamis (14/3)lalu, jajaran Polda Bali mulai meningkatkan kewaspadaanya.
Polda Bali mengerahkan personel untuk mengamankan sejumlah tempat ibadah dan pintu masuk ke Bali. Diharapkan kepada masyarakat untuk tetap tenang dan menghindari gesekan-gesekan yang bernuansa SARA.
Demikian disampaikan Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengky Widjaja, Minggu (17/3).
Kombes Hengky mengatakan, setelah kasus penembakan yang berlangsung di New Zealand, jajaran Polda Bali bergegas meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar personel di lapangan.
Peningkatan kewaspadaan ini ditujukan di tempat tempat keramaian umum yakni di pintu pintu keluar masuk ke Bali, seperti Pelabuhan Gilimanuk, Padangbai dan sebagainya.
Selain itu, pengamanan khusus juga dilakukan jajaran Polda Bali di tempat tempat ibadah dan konsulat konsulat yang ada di Bali.
Ditegaskannya, personel yang dikerahkan ke lapangan semuanya sudah tergelar dengan tujuan peningkatan intensitas operasional ke sasaran yang menjadi atensi dan peningkatan kewaspadaan serta meningkatkan komunikasi dengan Satuan Samping.
“Dengan adanya peningkatan kewaspadaan ini kami berharap masyarakat menjadi tenang. Semoga Bali tetap aman dan kondusif,” terangnya.
Kombes Hengky menegaskan, sesuai dengan perintah Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose terkait kasus penembakan di New Zealand, masyarakat di Bali diminta untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari gesekan-gesekan yang bernuansa SARA.
“Kami harapkan masyarakat Bali tetap tenang dan menghindari gesekan SARA,” tegasnya.
Seperti diketahui, aksi brutal yang dilakukan seorang pria asal Australia, Brenton Tarrant, sempat menghebohkan dunia, Kamis (14/3) lalu.
Pelaku yang sudah ditangkap polisi itu masuk ke dalam dua masjid di Christchurch New Zealand dan menembaki orang-orang yang sedang bersembahyang di sana.
Ironinya, dalam aksi penembakan itu pelaku merekam perbuatanya secara online ke media sosial. Aksi teror itu mengakibatkan 40 orang tewas dan lainnya luka-luka. (ISU/PDN)