Podiumnews.com / Aktual / News

APPMB Tolak Rencana PPKM Level 3

Oleh Podiumnews • 20 November 2021 • 19:52:02 WITA

APPMB Tolak Rencana PPKM Level 3
Ketua APPMB Wayan Puspa Negara. (foto: edy/pdn)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Aliansi Pelaku Pariwisata Marginal Bali (APPMB), menolak keras rencana pemberlakuan PPKM level 3  pada akhir tahun. 

Ketua APPMB Wayan Puspa Negara, menilai lucu  rencana yang disampaikan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan  Muhajir Efendi tersebut. Bahkan mantan anggota DPRD Badung ini melihat, rencana itu dilakukan sesuka hati, sehingga dipastikan bisa menimbulkan ketidakpercayaan publik dan cenderung bisa memicu huru-hara. 

“Terkait informasi yang disampaikan Menko Muhajir Efendi,  terkait pembatasan kegiatan masyarakat di akhir tahun dengan pemberlakuan  PPKM level 3 sangat aneh dan nyeleneh”, kata Puspa Negara, Sabtu (20/11).

Apalagi menurut tokoh masyarakat Legian, Kuta ini, Bali  ekonominya mulai bangkit seirama turunnya level PPKM ke Level 2 saat ini dan sedang berharap turun terus hingga Level 1 bila perlu hingga level 0 (zero) tanpa pembatasan dan menuju true normal. 

Dalam perspektif pariwisata Bali, trend penurunan level PPKM ini telah memberi secercah harapan untuk ekonomi bisa bergerak, dimana sejak level 2, ditandai open border 14 oktober lalu, adanya pelonggaran jam buka hingga pukul 00.00, Dine in hingga 60%,  wisman domestik mulai masuk membuat warga Bali mulai tersenyum. Meski jujur diakui masih ada halangan besar bagi wisman asing masuk Bali, yakni regulasi yg saling bertubrukan diantara kementerian terkait.

Adanya proses dan prosedur karantina  5 Hari, Visa On Arrival masih dicabut dan hanya bisa masuk dg visa B211A (visa busines yg rumit dan perlu promotor). Belum berlakunya kembali Visa on Arrival, belum sinkronnya mekanisme  tentang keinginan wisman masuk Bali dg mekanisme di Negara kita, pesawat hanya boleh landing setiap 2 jam (ini tak sesuai dg time scedule route internasional), jumlah negara yg di buka baru 19 negara yg memang belum potensial untuk Bali. 

“ Kita membutuhkan Australia, Turki yg masih tidak termasuk dalam  19 negara yg boleh masuk RI, belum adanya schedule penerbangan maskapai asing ke Bali padahal sudah sebulan lebih open border, dan belum  bolehnya connecting flight masuk Bali. Intinya belum ada regulasi yang sinkron dan mengarah pada kemudahan open border,” tegas Puspa Negara.

Ditegaskan,  open border saat ini hanya halusinasi/fatamorgana, rakyat di destinasi masih sekarat dan mati suri. Sekarang diperparah dengan rencana pemberlakuan PPKM level 3 di akhir tahun tanpa dasar saint, data dan parameter akurat.

 Rencana Menko Muhajir ini kata Puspa, telah dg cepat beredar secara nasional dan ke mancanegara yang mengakibatkan terjadi cancellation booking domestic yg masif, karena  biasanya akhir tahun adalah masa peak season. Padahal masyarakat berharap akhir tahun ini pariwisata kembali bergeliat, meski tetap dg prokes yg ketat dan inovatif.  

“Jika ucapan Menko Muhajir Efendi ini benar dilaksanakan, maka dipastikan Bali sebagai destinasi tidak bisa berkutik alias  masyarakat di destinasi akan melarat & sekarat,” kata Puspa dengan ekspresi serius.

Saat ini banyak owner  hotel, guest house, homestay, restaurant dan sejenisnya rela berjualan nasi jinggo untuk menyambung hidup. Demikian juga pelaku usaha dan masyarakat di destinasi akan mengalami kerugian lahir dan batin, atas ppkm level 3 di akhir tahun ini. Kerugian material adalah pembatalan booking akhir tahun yg sudah mulai masuk (domestic), demikian halnya beberapa event dg prokes pasti batall. 

“Jika dihitung atas pemberlakuan PPKM Level 3 di akhir tahun ini bagi pelaku usaha dan masyarakat di destinasi dipastikan mengalami kerugian miliaran rupiah. Belum lagi kerugian maintenance yg tidak diikuti dg keterisian tamu,” tandasnya. (EDY/PDN)