Podiumnews.com / Aktual / News

Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Kembali Dibuka

Oleh Podiumnews • 25 November 2021 • 21:38:26 WITA

Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Kembali Dibuka
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster saat membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa-Art Centre, Kamis (25/11). (Foto: Isu/pdn)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster membuka Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Tahun 2021, yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa-Art Centre, Kamis (25/11).

Pameran Bali Bangkit dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya membangkitkan perekonomian Bali, terlebih di masa pandemi Covid-19. Selain itu, pameran digelar sebagai upaya untuk membuka peluang bagi perajin IKM untuk menjual dan mempromosikan produksi kerajinan tangannya.

Dekranasda bekerja sama dengan balimall.id dan Bank BPD Bali membuka ruang di Taman Budaya Art Centre sudah memasuki tahap kelima, tahap per tahap ini dilaksanakan sebagai upaya berproses menuju hal yang lebih baik.

“Terutama dalam rangka meningkatkan kualitas produk dan kualitas sumber daya manusianya. Dengan memperbaiki kualitas, secara tidak langsung sudah membangun kesiapan untuk bersaing di masa depan, baik secara offline dan juga online terutama dengan pebisnis dunia luar,” ungkap Ny Putri Koster saat Pembukaan Pameran IKM Bali Bangkit Tahap V Tahun 2021.

Ketua Dekranasda Bali Ny Putri Suastini Koster mengingatkan agar gaya dan display saat pameran harus tetap elegan, dengan mengutamakan estetika dan etika. Dengan begitu, harga yang dibandrol juga akan mengikuti dan disesuaikan dengan tata letak dan menunjukkan motif sebuah kerajinan yang ingin dijual.

“Produk Bali yang merupakan produksi limited edition (jumlah terbatas), memiliki keistimewaan di mana tampilannya unik dengan keindahan motif, dan model yang beraneka ragam,” katanya.

Kesantunan dalam melayani juga menjadi hal penting yang harus ditanamkan kepada penjaga pameran. Selain menampilkan produk dengan elegan dan tatanan yang menarik, akan menentukan konsumen untuk lebih mudah memilih.

“Peserta pameran diharapkan semakin menyadari betapa pentingnya sistem digitalisasi, termasuk sistem pembayaran yang juga dipermudah dengan menggandeng Bank BPD Bali,” harapnya.

Ny Putri Koster mengatakan bahwa pada pameran Bali Bangkit tahap kelima ini pihaknya juga menambah bursa buku secara offline.

"Seperti yang kita ketahui bahwa generasi milenial saat ini terlalu akrab dengan teknologi informasi yang disajikan melalui gadget, sehingga tradisi keaksaraan harus tetap kita dipertahankan, mengingat anak anak bangsa kita di masa digitalisasi saat ini harus tetap membaca dan memiliki pengetahuan yang baik, agar mereka bisa berbicara dengan baik dan berbekal attitude serta karakter yang mendukung,” terangnya.

Selain itu mengasah talenta para kartunis juga dilakukan dengan cara memberi satu ruang khusus  bagi para kartunis di Taman Budaya Art Centre, sehingga saat Gubernur Bali membuka Pusat Kebudayaan Bali di Gunaksa maka para IKM, UMKM dan seniman sudah siap.

Melalui pameran Bali Bangkit ini, pengawasan mengarah kepada  sebuah pembinaan lewat para ahli dan pakar, sehingga dapat ditentukan melalui kualitas dari produk dan kualitas dari sumber daya manusia untuk bersiap lari di masa mendatang setelah pandemi berakhir.

"Harga diri sebagai orang Bali harus dijaga dengan menggunakan produk lokal Bali dan menjauhkan keinginan menggunakan pakaian second yang reject yang asalnya dari negara lain. Untuk menjadikan Bali yang bertaksu, maka saya harapkan semua pihak tidak lagi membawa barang dengan harga murah ke Bali, karena produksi Bali lebih layak untuk dipakai oleh masyarakat Bali dengan kualitas, bahan dan harga yang sesuai, sehingga jati diri Bali akan terjaga dan tidak merusak warisan Bali," tegas Ny Putri Koster. (ISU/PDN)