Podiumnews.com / Aktual / News

Money Changer Dirampok, Uang Rp900 Juta di Brangkas Raib

Oleh Podiumnews • 20 Maret 2019 • 20:16:49 WITA

Money Changer Dirampok, Uang Rp900 Juta di Brangkas Raib
Kantor money changer yang dirampok oleh sekawan perampok.

KUTA SELATAN, PODIUMNEWS.com - Aksi kawanan perampok yang menyasar money changer kembali berulah. Kali ini sasaran mereka adalah Money Changer BMC PT. Bali Maspin Tjinra di Jalan Pratama Nomor. 36, XY, Tanjung Benoa, Kuta Selatan, pada Selasa (19/3) dini hari.

Sebelum menguras uang yang ada di money changer sasaran mereka, kawanan perampok yang berjumlah lima orang terlebih dahulu melumpuhkan karyawan. Kawan ini kemudian dengan mudah menguras isi brankas yang menyimpan uang senilai Rp900 juta serta vallas asing senilai 5.600 US$. 

Kelima pelaku semuanya mengenakan jaket warna hijau, celana panjang jeans, memakai topeng, membawa pisau dan linggis.  

Di lokasi perampokan, polisi menemukan lakban warna hitam yang dipakai untuk menyumpal mulut korban, tali tambang warna hijau untuk mengikat korban dan satu buah magazen SS1 berisi 1 peluru diduga milik perampok. 

Kawanan perampok diduga masuk dari pintu belakang dan melumpuhkan karyawan dengan cara memukul dan menodongkan pisau.

Pagi itu, money changer MBC dijaga oleh 2 karyawan dan seorang security, yakni, Mohammad Sandriadi (20), Gedi Kurniawan dan Abdul Karim bertugas sebagai security. 

Kawanan rampok ini beraksi, Selasa (19/3) sekitar pukul 00.30 dini hari, bermula saksi Mohamad Sandriadi duduk di belakang sebelah pintu sedang main handphone. Tiba tiba, datang beberapa orang tak dikenal masuk lewat pintu belakang dengan cara mendorong pintu. 

“Perampok masuk lalu memukul saksi Mohammad Sandriadi di bagian muka satu kali dan dua perampok lainnya menyerang saksi Gedi Kurniawan dan Abdul Karim,” terang sumber. 

Selanjutnya, kawanan rampok mengikat karyawan dengan menggunakan tali dan lakban. Agar tidak kabur, karyawan dimasukkan ke dalam kamar belakang.

Setelah melumpuhkan karyawan, kawanan perampok menggeledah ruangan money changer dan menggasak uang di brankas sebesar Rp900 juta serta Vallas asing kurang 5.600 US$.

“Para karyawan ini berhasil meloloskan diri ikatan dan kemudian melaporkan ke Polsek Kuta Selatan,” jelasnya. 

Sementara itu, saksi lainnya yang dimintai keterangan oleh polisi yakni Dedi Sutomo (48) mengaku saat kejadian ia sedang istrahat dan tiba-tiba saja mendengar teriakan dari samping bangunan teman kerjanya.

Curiga, saksi Dedi asal Banyuwangi, Jawa Timur itu turun dan melihat sebuah mobil berwarna putih dengan Nopol DK 1318 EN terparkir di depan TKP. 

“Namun karena takut, saksi kembali tidur kembali ke kamarnya,” ujarnya.

Nah, berselang sekitar 15 menit kemudian, saksi menyampaikan Nopol kendaraan tersebut kepada pegawai money changer karena sudah ramai orang berkumpul. 

Sementara itu, Direktur Reskrimum Polda Bali Kombespol Andi Fairan dan Kapolresta Denpasar Kombespol Ruddi Setiawan bergerak kelokasi kejadian, sekitar pukul 12.30 Wita. Namun saat ditanya wartawan, Kombes Ruddi mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Ya nanti saja. Kami masih menyelidiki kasus ini dulu. Kami masih memeriksa saksi saksi dan rekaman CCTV sebagai bukti petunjuk,” terang mantan Kapolres Badung ini. (ISU/PDN)