Podiumnews.com / Aktual / News

Kepala BPIP: Pancasila adalah Sejarah dan Masa Depan Bangsa

Oleh Podiumnews • 08 Desember 2021 • 20:05:18 WITA

Kepala BPIP: Pancasila adalah Sejarah dan Masa Depan Bangsa
Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D saat kuliah umum di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira NTT, Rabu (8/12). (Foto: doc.bpip/Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com – Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D mengatakan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki banyak tradisi, tokoh dan pemikiran yang mengedepankan harmoni dan kesatuan bangsa.

Menurutnya nilai-nilai luhur tersebut tak hanya ditunjukkan oleh ragam tradisi budaya dan warisan pemikiran tokoh-tokoh pergerakan kemerdekaan dari provinsi NTT, termasuk warisan pemikiran Pancasila oleh Soekarno di Ende.

“Praktik sosial-politik serupa yang bertujuan menciptakan masyarakat yang rukun, harmonis, dan sejahtera sesuai cita-cita Pancasila juga masih berlaku dan dilakukan oleh berbagai tokoh masyarakat NTT. saat ini, tradisi dan praktik Pancasila yang berkelanjutan ini menunjukkan bahwa Pancasila bukan hanya soal sejarah masa lalu, tetapi juga menjadi cerita masa depan”, ujarnya saat kuliah umum di Universitas Nusa Cendana dan Universitas Katolik Widya Mandira NTT, Rabu (8/12).

Ia juga berpesan untuk berbangga menjadi warga NTT yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa sekaligus berbangga menjadi bangsa Indonesia yang mendudukkan semua warga negara setara di depan hukum.

“Kesetaraan ini membuat semua warga negara, termasuk generasi muda di Nusa Tenggara Timur punya kesempatan untuk menjadi pemimpin di Indonesia”, paparnya.

Rektor Unwira, Dr Philipus Tule, menyambut baik hadirnya BPIP di Bumi Cendana. Ia mengatakan Unwira siap mendukung program Pembinaan Ideologi Pancasila bersama kampus-kampus lain di NTT.

Pada kesempatan yang sama Rektor Undana, Dr. Drh. Maxs Sanam M.Sc., juga menyampaikan apresiasi yang sama. Ia menambahkan Pembinaan Ideologi Pancasila yang bertujuan menciptakan generasi yang cakap secara sosial-emosional sejalan dengan tujuan pendidikan nasional.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana menghindarkan pengajaran Pancasila secara monolog dan sesuai dengan tantangan zaman”, ujarnya.

Kegiatan kuliah umum juga dibarengi dengan penandatanganan MOU antara BPIP dengan Undana dan Universitas Widya Mandira. Penyelenggaraan event secara gotong royong mendapatkan apresiasi dari Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga, Ir Prakoso. Prakoso, M.M. ia berharap kerja sama dengan BPIP bisa menguatkan program Pembinaan Ideologi Pancasila.

Kegiatan berlangsung selama dua jam dengan metode hybrid di Gedung Rektorat Undana dengan tetap menjalankan protokol kesehatan. (COK/RIS/PDN)