Gubernur Bali Resmi Memulai Pekerjaan Pematangan Kawasan PKB
KLUNGKUNG, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi memulai pekerjaan pematangan lahan kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) di Kabupaten Klungkung, Rabu (12/1).
Koster dalam sambutannya menceritakan tahun 2016 atau selesai Pemilu 2014 telah menulis visi pembangunan Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” dengan salah satu program prioritas, yaitu pembangunan kebudayaan dengan unsur-unsur adat-istiadat, seni, tradisi, budaya beserta kearifan lokalnya.
“Salah satu sarana-prasarana yang sangat penting untuk memajukan kebudayaan Bali adalah Pusat Kebudayaan Bali, karena fasilitas di Ardha Candra Art Centre Denpasar sudah tidak memadai lagi,” ungkapnya.
Gubernur menegaskan pembangunan di wilayah galian C itu tidak boleh dilakukan secara sembrono. Ia mencatat, kawasan itu merupakan Kawasan tempatnya para korban letusan Gunung Agung, korban G30S/PKI, dan korban lainnya, sehingga menjadi tempat yang leteh.
“Jadi investor sebesar apapun, tidak akan bisa ada yang jalan, kalau niatnya tidak baik. Karena sebelumnya disini banyak bertebaran investor, yang kena tipu juga banyak sampai ada korbannya, bahkan pembangunan pelabuhan Gunaksa yang menghabiskan APBN Rp 200 miliar lebih itu juga sampai mangkrak pembangunannya. Jadi Saya yakini bahwa pembangunan disini tidak bisa dilakukan secara sembrono,” katanya.
Karena pembangunan kawasan Pusat Kebudayaan Bali dibuat dengan kerja yang tulus dan lurus, Gubernur Koster merasakan selama proses pembangunannya selalu mendapatkan bantuan dari orang-orang baik. Mulai dari hadirnya seorang arsitek Bali yang terkenal di berbagai negara di dunia, yaitu Popo Danes.
“Bapak Popo ini mengerjakan desain kawasan PKB dengan cara ngayah dan tidak dibayar. Saking tulusnya, kerja Popo Danes sangat bagus. Jadi ini niat baik, ketemu orang baik, dan ketemu jalan baik,” ungkap Gubernur.
Gubernur Koster kembali mendapatkan jalan baik. Dimana dalam proses pembebasan lahan, ia menceritakan mendapatkan tawaran dari Menteri Bapennas RI, Suharso Monoarfa terkait program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebanyak Rp 1,5 triliun tanpa bunga dan sekarang sudah cair untuk pembebasan tanah serta pematangan lahan.
“Peminjaman PEN ini juga telah disetujui oleh DPRD Provinsi Bali,” jelasnya sembari menyatakan jalan baik itu lagi muncul, setelah pekerjaan pematangan lahan kawasan PKB ini mendapatkan hasil kerukan di areal pelabuhan benoa yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo Persero sebanyak 1,5 juta meter kubik secara gratis.
Selanjutnya, dimana ketika pemenang tender di kawasan PKB bersedia memberikan bantuan CSR 5 persen, bahkan sampai ada yang sanggup memberikan CSR 7 persen.
“Nanti CSR ini akan digunakan untuk pembangunan fasilitas pentas seni atau museum,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Gubernur Bali, Wayan Koster dalam pidatonya kembali mewanti-wanti dan menegaskan agar di dalam proses pembebasan lahan kawasan PKB tidak ada mainan para calo.
“Kalau ada yang macam-macam Saya libas. Sekali lagi jangan ada main-main, ngaku-ngaku punya tanah, sampai bawak-bawak pengacara. Saya minta tunjukan bukti kongkritnya di Badan Pertanahan, jangan ada sogokan, siapa yang ada main-main disini dengan niat jahat, alam akan melibas,” tegas Koater.
Sementara itu, Kepala Dinas PUPR/Perkim Provinsi Bali, Nusakti Yasa Wedha melaporkan kegiatan fisik pematangan lahan dilakukan sebagai tindaklanjut atas kontrak yang telah ditandatangani sebelumnya oleh Pajabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Bidang Cipta Karya sebanyak 2 paket, dan oleh PPK pada Bidang Bina Marga sebanyak 6 paket, sehingga keseluruhannya ada 8 paket pekerjaan yang telah terkontrak.
“Keseluruhan kontrak ini telah ditandatangani bersama penyedia jasa yang telah dinyatakan sebagai pemenang melalui proses pengadaan barang dan jasa berdasarkan Pagu Anggaran Tahun 2021/2022 yang bersumber dari Dana PEN. Untuk alokasi pagu anggaran di kegiatan pematangan lahan sebesar Rp 535, 6 miliar, dan telah terkontrak sebesar Rp 426,2 miliar atau sebesar 79,57 persen dari nilai pagu anggaran yang tersedia, sehingga ada sisa tender/pagu anggaran sebesar Rp 109,4 miliar,” ujarnya.
Untuk pekerjaan pematangan lahan sesuai kontrak, membutuhkan material sebanyak 4,5 juta meter kubik, yang berasal dan Kami manfaatkan dari hasil kerukan di areal pelabuhan benoa yang dilaksanakan oleh PT. Pelindo Persero sebanyak 1,5 juta meter kubik. Kemudian sebanyak 2 juta meter kubik bersumber dari beberapa quarry di sekitar kawasan itu. Sedangkan 1 juta meter kubik bersumber dari hasil galian dalam kawasan (hasil dari penataan marina, red).
“Kami laporkan Bapak Gubernur, kalau keseluruhannya pekerjaan pematangan lahan ini memerlukan 7,9 juta meter kubik, atau masih ada kekurangan kurang lebih sekitar 3 juta meter kubik,” jelasnya.
Dari rencana kontrak yang ada, seluruh pekerjaan pematangan lahan untuk tahap ini akan selesai di bulan Oktober 2022, namun Kadis Nusakti Yasa Wedha menyampaikan nada optimisnya dihadapan Gubernur Bali dengan menegaskan akan mempercepat pekerjaan pematangan lahan tersebut, sehingga bisa dilanjutkan ke tahapan selanjutnya yaitu tahapan pembangunan fisik gedung dan fasilitas lainnya.
Terkait pembebasan lahan, Kami laporkan untuk total lahan Kawasan PKB ini seluas 334 Ha, namun yang Kita lakukan untuk penetapan lokasi yakni sekitar 325 Ha. Kemudian dari 325 Ha ini ada sekitar 104 Ha yang tidak perlu dibayarkan, karena milik negara. Sehingga sisanya, 221 Ha yang perlu Kita bebaskan.
“Jadi progress sampai saat ini sudah 73 persen yang Kita selesaikan, atau kurang lebih 161 Ha, tinggal saat ini masih proses konsinyasi kurang lebih sekitar 12 Ha, sisanya lagi 60 Ha sedang Kita lakukan pembebasan, khususnya diluar galian C (berdekatan dengan akses jalan Jumpai dan Kusamba, red). (ISU/PDN)