Podiumnews.com / Aktual / News

Vaksin Merah Putih Segera Lakukan Uji Pra Klinik

Oleh Podiumnews • 27 Januari 2022 • 19:31:35 WITA

Vaksin Merah Putih Segera Lakukan Uji Pra Klinik
(Foto: doc.brin/Istimewa)

JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Pandemi coronavirus disease 2019 (covid-19) masih melanda Indonesia hingga saat ini. Setelah varian delta, kini varian omicron membuat angka kasus positif covid-19 di Indonesia kembali meningkat. Merespon hal tersebut Pemerintah terus menggencarkan kegiatan vaksinasi di seluruh wilayah Indonesia termasuk vaksinasi dosis ke-3 (booster).

Plt. Kepala Pusat Riset Biologi Molekuler (PRBM) Eijkman BRIN, Wien Kusharyoto dalam acara Talk to Scientist pada Rabu (26/1) mengatakan bahwa vaksinasi booster mampu mengurangi risiko infeksi yang diakibatkan oleh varian omicron.

“Peningkatan jumlah kasus terinfeksi covid-19 yang disebabkan varian omicron sudah mencapai lebih dari 80%. Varian omicron juga menunjukkan sekitar 5x lebih tinggi risiko terinfeksi kembali jika dibandingkan dengan varian delta. Oleh karena itu muncul wacana pemberian vaksin booster yang juga telah dilaksanakan. Pemberian vaksin booster di negara-negara maju terbukti efektif mengurangi angka rawat inap di rumah sakit sebesar 89%,” ujar Wien dilansir dalam laman resmi BRIN, Kamis (27/1).

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 272 juta jiwa tentu tidak bisa selamanya bergantung kepada vaksin covid-19 produksi luar negeri. Pelaksanaan kegiatan vaksinasi booster pun membuat kebutuhan vaksin covid-19 di Indonesia semakin besar. Hal ini tentu menjadi keniscayaan bagi Indonesia untuk dapat memproduksi vaksin covid-19 secara mandiri.

BRIN sebagai lembaga riset di Indonesia tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Melalui PRBM Eijkman, BRIN terus mengembanngkan vaksin Merah Putih sebagai vaksin karya anak bangsa. Tedjo Sasmono, Periset PRBM Eijkman BRIN menyampaikan bahwa vaksin Merah Putih yang dikembangkan oleh PRBM Eijkman BRIN ini menggunakan platform protein rekombinan yang diproduksi pada sel ragi (yeast) maupun sel mamalia.

Seed vaksin Merah Putih yang kami kembangkan berhasil mengekspresikan protein RBD di yeast baik pada skala flask (labu) maupun pada skala bioreaktor di fasilitas milik mitra industri, Bio Farma. Selain itu seed vaksin Merah Putih Eijkman juga mampu menghasilkan protein RDB-Delta dengan yield yang tinggi dan mudah untuk dipurifikasi,” ungkap Tedjo.

Pengembangan vaksin Merah Putih PRBM Eijkman BRIN baik yang diekspresikan di sel yeast maupun sel mamalia berhasil mendapatkan seed vaksin yang sudah memenuhi standar industri. Kini, seed vaksin Merah Putih Eijkman sudah dalam tahap hilirisasi industri di Bio Farma. Diharapkan dalam beberapa bulan ke depan vaksin Merah Putih sudah bisa diproses untuk dilakukan uji pra klinik dan uji klinik.

Acara yang bertemakan ‘Riset Pengembangan Vaksin Covid-19 untuk Indonesia Tumbuh Bersama Bangkit Perkasa’ ini turut menghadirkan periset dari Laboratorium Protein Terapeutik dan Vaksin Pusat Riset Bioteknologi, Andri Wardiana. Andri menyampaikan bahwa proses pengembangan sebuah vaksin bisa memakan waktu hingga belasan tahun lamanya.

“Ada hal-hal yang dapat memperlambat setiap tahap pengembangan vaksin ini, termasuk adanya asesmen terhadap risiko ekonomi. Namun untuk vaksin SARS-Cov-2 ini pengembangannya dimungkinkan lebih cepat dikarenakan menggunakan data virus yang sudah ada sebelumnya seperti SARS-Cov dan MERS-Cov,” jelas Andri.

Tidak hanya membutuhkan waktu yang cukup lama, Andri juga menyampaikan bahwa transisi riset dari laboratorium ke produksi skala besar serta harus terpenuhinya regulasi dalam setiap tahapan menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan vaksin. (COK/RIS/PDN)