Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Warga Buleleng Harus Cermati Logika Aneh Investor Pembangunan Bandara. Inilah Alasannya...

Oleh Podiumnews • 26 Agustus 2017 • 16:24:33 WITA

Warga Buleleng Harus Cermati Logika Aneh Investor Pembangunan Bandara. Inilah Alasannya...
ILUSTRASI

BULELENG, podiumnews - ISU pembangunan bandara di Buleleng terus digoreng, dengan memanfaatkan kehausan warga Buleleng, isu itu bergulir bahkan sudah dua investor saling klaim. Seakan keduanya penentu jadi tidaknya bandara di Buleleng. 

Sebagai Senator, wakil daerah yang sejak lahir di Singaraja, merasa terganggu dengan kengototan investor walau belum jelas soal lokasi, skema pembiayaan, kerjasama dll. Seakan warga Buleleng dianggap deretan patung yang tidak mengerti apa-apa dengan daerahnya, dan seakan investor menjadi Dewa Penyelamat investasi. 

Saat ini sebenarnya bandara di Buleleng sedang berproses dan itu perlu waktu dan tidak bisa grasa grusu. Sebagai pembanding saja, Bandara di Kulonprogo Jogja yang jauh lebih awal idenya belum berjalan seperti yg direncanakan. Apalgi yang belakangan di Buleleng. 

Warga Buleleng harus mencermati logika aneh dari investor. Mau upacara nuwasen karya, mulang pakelem, hingga istilah groundbreaking yang menghipnotis. Itu menurut saya, kok aneh. Saya menduga. Sekali lagi menduga, jangan-jangan ini soal Bandar yang Resah bukan soal bandara. 

Bandara di tengah laut. Kondisi laut di Buleleng banyak ada palung, selain juga ada beberapa karang rongke seperti  di Sangsit. Termasuk apakah bisa di atas palung dibangun bandara..? Menurut saya mimpi. 

Yang kedua soal dana Rp 50 T, apakah benar investor tersebut punya uang sebanyak itu. .? Hati hati banyak investor mengaku besar tetapi hanya merebut ijin lokasi dll saja. Setelah itu proposal ditawarkan di mana-mana. Akhirnya kita khawatir hanya ketemu investor Calo. Investor yang bergerak dibidang percaloan. Bukan investor bandara. 

Cek saja dulu, sudah berapa pengusaha asing ditawarkan proposal tersebut ke pengusaha-pengusaha asing di luar yang disebut selama ini. Ada berapa pengusaha lokal dijanjikan pekerjaan dengan meminta dana awal atas kompensasi janji-janji tersebut

Atau mau nggak profile keuangannya dibuka ke publik betapa sebenarnya kekuatan finansial PT tersebut. Jangan jangan hanya badan hukum saja sementara account nya jauh dari angka T alias triliunan.

Saran saya kepada warga Buleleng, khususnya Kubutambahan dan sekitarnya, jangan mau diberikan janji dari investor. Tunggulah keputusan resmi pemerintah. Karena keputusan soal bandara itu domain pemerintah, walau pembangunannya bisa juga oleh swasta. Jangan dibalik. 

Kepada investor jangan terlalu bernafsu, buktikan dulu kekuatan dana yang sebenarnya dimiliki dan disampaikan ke publik. Jangan malah lebih banyak jumlah proposal beredar daripada dananya. 

Kasihan rakyat Buleleng harus menonton sinetron Angin Sorga dengan suasana resah. (Dikutip dari laman faceebook Gede Pasek Suardika)

Podiumnews
Journalist

Podiumnews