Gubernur Bali Groundbreaking Pembangunan PLTG dan PLTS
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster melaksanakan groundbreaking Relokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) Grati Ke Pesanggaran, Kota Denpasar dan Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Hybrid Nusa Penida, Kabupaten Klungkung, Jumat (18/2/2022).
Dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Senin (21/2), Gubernur menyatakan bahagia karena PT. PLN (Persero) telah memulai Relokasi PLTG berkapasitas 2 X 100 MW dan Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida dengan kapasitas 3,5 MW. Hal itu menurutnya sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.
Implementasi visi itu, kata Gubernur salah satunya menerapkan sumber energi yang ramah lingkungan, tertuang dalam Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 Tentang Bali Energi Bersih dengan melaksanakannya dari hulu sampai hilir.
“Bali secara regulasi juga telah memiliki Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 Tentang Penggunaan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai dengan tujuan menciptakan kualitas udara yang bersih. Pengunaan kendaraan motor listrik, tidak akan menimbulkan polusi suara dan tidak mencemari udara atau mengeluarkan asap,” kata Wayan Koster.
Bali yang bersih menurut Koster juga memberikan rasa nyaman dan berdampak positif terhadap kunjungan wisatawan.
“Penggunaan energi bersih di Bali mendapat respon positif dan apresiasi dari sejumlah negara,” kata Gubernur Bali jebolan ITB ini.
Mantan Anggota DPR-RI 3 Periode dari Fraksi PDI Perjuangan ini kemudian menyoroti energi listrik yang ada di Bali sebagian besar masih menggunakan bahan bakar fosil.
“Atas kondisi itu, saya bicara dengan Menteri ESDM untuk meminta agar yang berbahan bakar fosil ini ditransisikan paling tidak menggunakan gas/PLTG, seperti di Gillimanuk, Kabupaten Jembrana dan di Celukanbawang dan Pemaron, Kabupaten Buleleng,” katanya.
Koster kemudian menargetkan Bali mandiri energi dengan energi bersih dengan rencana dibangunnya tenaga listrik yang bisa memenuhi kebutuhan energi untuk konsumsi domestik ataupun juga konsumsi wisatawan, hotel, restaurant, serta industri di Pulau Dewata.
“Mengapa Bali ini perlu mandiri energi, selain untuk kebutuhan domestiknya, karena Bali adalah pintu masuk wisata dunia terbesar di Indonesia, jadi harus memiliki kepastian keberlanjutan dari kebutuhan energi yang bisa dikelola dan dikontrol langsung oleh daerah,” jelasnya.
Sekarang sedang disiapkan kebijakan penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), dimana nantinya diharapkan rumah, hotel, restaurant, perkantoran, pasar swalayan, serta fasilitas umum lainnya menggunakan rooftop. Kalau di Bali begini, akan keren dan betul-betul menjadi destinasi pariwisata yang digemari oleh masyarakat luar,” imbuhnya.
Mengingat Bali sebagai tuan rumah G20 yang akan berlangsung di bulan November 2022, Ia mementa PLN merelokasi pembangunan itu dengan disiplin serta berkualitas.
“Jadi akhir Oktober paling lambat ini harus jadi dan beroperasi, serta menjadi showcase G20 termasuk yang di Nusa Penida terkait Hybrid, selain ada penerangan jalan umum menggunakan solar cell, dan kendaraan listrik,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo mengatakan PLTG Grati yang berkapasitas 2 X 100 MW Pesanggaran akan mulai beroperasi atau Commercial Operation Date (COD) pertama pada bulan Oktober 2022. Setelah itu COD keduanya pada tahun 2023.
“Ini akan menjadi pembangkit pertama di Bali dan juga akan jadi showcase di KTT G20. Karena itu, pemindahan relokasi ini tidak mungkin terlaksana, kalau ini hanyalah inisiatif dari PLN, ini terlaksana karena berkat inisiatif dari Bapak Gubernur Bali yang luar biasa,” ungkapnya.
Darmawan Prasodjo kemudian mengungkap, PLTG akan membuat udara tidak ada polusi debu, tidak ada hujan asap, tidak ada pencemaran merkuri, dan emisi C02 bisa dipotong menjadi 50 persen.
“Saya ucapkan terimakasih kepada Pak Gubernur, Pak Walikota, Pak Bupati yang sudah mendukung terselenggaranya agenda ini. Terimakasih kepada seluruh jajaran dari Polda Bali, Kejati Bali dan seluruh pihak yang sudah terlibat, dari konsorsium, manajemen di PLN, dan seluruh anak perusahaan dalam mendukung Relokasi PLTG Grati ke Pesanggaran, dan juga Pembangunan PLTS Hybrid Nusa Penida,” ucapnya.
Turut hadir dalam acara groundbreaking, Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali, Ade T. Sutiawarman, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, Kadisnaker, ESDM Provinsi Bali, Ida Bagus Ngurah Arda, Kapolresta Denpasar, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, Direktur Utama PT. PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, Dirut PT Indonesia Power, Ahsin Sidqi, dan PLN Group. (ISU/PDN)