Podiumnews.com / Aktual / News

Pembebasan Lahan Tol Yogyakarta-Bawen Diminta Tak Timbulkan Masalah

Oleh Podiumnews • 02 Maret 2022 • 21:20:16 WITA

Pembebasan Lahan Tol Yogyakarta-Bawen Diminta Tak Timbulkan Masalah
Acara Konsultasi Publik yang digelar Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di Kantor Kecamatan Bawen, Rabu (2/3). (Foto: HER/PDN)

KABUPATEN SEMARANG, PODIUMNEWS.com - Camat Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng) Gunadi meminta agar pembebasan lahan warga untuk pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen tak menimbulkan permasalah terhadap masyarakatnya.

Hal itu disampaikan Gunadi saat acara Konsultasi Publik yang digelar Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) di Kantor Kecamatan Bawen, Rabu (2/3).

“Sekarang saya dapat informasi bahwa harga tanah itu sesuai dengan appraisal. Jadi sudah dipastikan bahwa itu pasti harga sekian. Seandainya masyarakat tidak mau menerima, ya informasi sosialisasi kepada masyarakat, ya jangan sampai terjadi seperti itu. Karena kalau terjadi itu akan diserahkan ke pengadilan,” kata Gunadi.

Menurutnya, dari info yang diterima, belum ada isu atau desas-desus yang menyangkut keberatan dari warga, terutama soal harga. Dengan demikian, Gunadi menyimpulkan masyarakat terdampak tidak ada masalah.

“Artinya, masyarakat oke-oke saja diappraisal pihak ketiga. Dari pemerintah tidak ikut campur. Apalagi sampai tingkat kelurahan, kecamatan enggak ikut campur. Apa yang menjadi program pemerintah dengan harga appraisal ini, kami selalu mendukung program itu,” tegas Gunadi.

Secara umum, katanya, pemerintah kecamatan mendukung rencana pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen. Bahkan, pihaknya berterima kasih kepada pemerintah pusat, di mana pada tahun ini di Kecamatan Bawen ini akan dilintasi jalan tol Yogyakarta-Bawen.

“Karena impian dari Kabupaten Semarang ini posisi lalu lintas kendaraan Joglosemar (Jogja-Solo-Semarang). Dengan volume untuk kendaraan tiap harinya selalu banyak sekali. Adanya tol ini akan mengurangi kemacetan, terutama di Kecamatan Bawen ini,” ucapnya.

Diketahui, di Kecamatan Bawen ini konsultasi publik telah dilakukan di tiga desa/kelurahan, yaitu Kelurahan Bawen, Desa Kandangan, dan Desa Doplang.

Dalam kesempatan itu, Gunadi berharap masyarakat berhati-hati ketika nanti telah menerima uang ganti kerugian. Hendaknya, warga terdampak bisa menggunakan uang dengan bijak.

“Kami harap berhati-hati, jangan sampai uangnya diambil semua. Untuk kebutuhan saja. Nanti biar di bank saja,” harap Gunadi.

Sementara itu, perwakilan Tim Persiapan Pengadaan Tanah Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dari Pemprov Jateng Endro Hudiyono mengatakan, masyarakat terdampak tidak perlu resah dengan adanya rencana pembangunan jalan tol.

Sebab, pemerintah berkomitmen untuk memerhatikan hak-hak masyarakat dan warga terdampak sesuai peraturan pengadaan tanah, termasuk fasum (fasilitas umum) dan fasos (fasilitas sosial) yang ada, tetap akan difungsikan. Tentu saja konstruksinya disesuaikan dengan desain fisik jalan tol dan kondisi tanah atau lingkungan setempat.

“Di situ, masyarakat boleh memberikan saran dan masukan. Yang penting, masyarakat mendukung pembangunan PSN (proyek strategis nasional) demi kemaslahatan bersama yang lebih luas,” pungkas Endro. (Ak/Ul, Diskominfo Jateng). (HER/ISU/PDN)