Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Cok Ace: 11 Penerbangan Internasional Sudah Masuk Bali

Oleh Podiumnews • 10 Maret 2022 • 19:44:36 WITA

Cok Ace: 11 Penerbangan Internasional Sudah Masuk Bali
Wagub Cok Ace dalam acara pembukan Raker Kementerian Perdagangan RI Tahun 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (10/3). (Foto: isu/pdn)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Wakil Gubernur Bali Prof. Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace) menyebut sejak pemerintah mulai menerapkan kebijakan bebas karantina dan Visa on Arrival (VoA) bagi Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN) dari 23 negara, hal ini diikuti dengan mulai bergairahnya maskapai dengan rute penerbangan internasional membawa penumpang ke Bali.

“Tercatat 11 penerbangan internasional sudah masuk Bali. Tentu hal ini memompa semangat pelaku usaha kami di Bali,” ucapnya dalam sambutan pada acara pembukan Raker Kementerian Perdagangan RI Tahun 2022 di Bali Nusa Dua Convention Center, Kamis (10/3).

Wagub juga mengapresiasi jajaran Kementerian Perdagangan RI memilih Bali sebagai tempat melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2022. Menurutnya, kegiatan ini memberi sumbangsih cukup signifikan dalam upaya pemulihan perekonomian Bali.

Besar ISI Denpasar menyatakan Bali sebagi daerah dengan dampak terparah akibat pandemi Covid-19. Selama dua tahun, ekonomi Bali mengalami kontraksi minus 9,31 persen di tahun 2020 dan minus 2,47 persen di tahun 2021.

Menyikapi ini, Wagub menyebut saat ini Gubernur Bali telah merancang konsep Ekonomi Kerthi Bali (EKB) yang bertujuan menyeimbangkan struktur dan fundamental perekonomian Bali dengan memperhatikan potensi alam, manusia dan kebudayaan lokal Bali, terutama di sektor pertanian, kelautan dan kehutanan dan industri kerajinan rakyat branding Bali.

Dalam konsep EKB itu, sektor pariwisata ditempatkan pada posisi ke-6, sementara sektor pertanian dalam arti luas termasuk peternakan dan perkebunan pada posisi pertama dan disusul sektor kelautan/perikanan pada posisi kedua.

Sedangkan sektor industri dan Industri Kecil Menengah (IKM) dan Koperasi ditempatkan pada posisi ke-3 dan 4, disusul sektor ekonomi kreatif dan digital pada posisi lima.

“Sebelumnya kita terlalu tergantung dari pariwisata, dimana 54 persen PDRB Bali bersumber dari sektor itu. Ketika pariwisata terpuruk, ekonomi kita juga ambruk,” imbuhnya.

Mengakhiri sambutan, ia menyampaikan selamat menggelar rapat kepada jajaran Kemendag RI. Panglingsir Puri Agung Ubud ini berharap, Bali memberi vibrasi positif untuk menghasilkan rumusan kebijakan yang bermanfaat bagi kemajuan di bidang perdagangan.

Selain itu, para peserta diharapkan meluangkan waktu untuk berwisata menikmati keindahan alam Pulau Dewata. (ISU/PDN)