Temui Gubernur Bali, Komunitas Kreatif Digital Sampaikan Aspirasi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Komunitas Kreatif Digital yang terdiri dari Startup, Games, Musik, Film, Komedi, Content Creator dan Theater, serta Digital Art (Ilustrator, Animator, Visual Artist) di Pulau Dewata menemui Gubernur Bali Wayan Koster untuk menyampaikan aspirasi, Denpasar, Minggu (13/3).
Komunitas Startup, Surya menyebut pandemi covid-19 menjadi momentum untuk melakukan pemusatan peredaran uang di Bali. Karena menurutnya, sebelum pandemi, hamper 80 persen uang dari turism justru beredar di luar.
“Kita harus memindahkan transaksi itu ada di Bali. Salah satunya dengan membangun sinergi dengan startup dan membangun industri kreatif melalui teknologi,” ungkapnya.
Sementara itu, komunitas Games, Arif melihat, Bali memiliki potensi besar dalam pengembangan industry Game bermodal kebudayaan yang kuat. Ia juga menyebut, saat Covid-19 melanda, industry game mengalami peningkatan pesat dan diprediksi akan terus meroket.
“Jadi dengan keunggulan Bali yang memiliki kebudayaan kuat, saya rasa Bali akan menjadi pemain utama dan mampu menghadirkan pecinta game ke Bali,” pungkasnya.
Dari sisi komunitas Musik, Gede Bagus menyampaikan ekosistem musik di Bali sangat produktif dan memiliki musisi yang banyak. Ia merinci, setiap tahun ada 850 lebih musisi yang produktif yang dapat melahirkan 250 sampai 400 karya baru yang dirilis secara digital.
“Untuk itu, Kita berharap di Bali ada Badan Pelindung Pengelolaan Karya Musisi Musik yang nantinya akan menjadi aset dan warisan yang besar untuk daerah Bali. Di setiap tempat di Bali ada live entertainment musik, kita juga berharap musisi musik di Bali dapat dioptimalkan peranannya,” ujar Gede Bagus.
Hal senada disampaikan Komunitas Film, Gus Ari, Komunitas Digital Art, Gusman Mones, Komunitas Comedy, Ida Bagus Anggara dan Komunitas Content Creator dan Theater, David. Masing-masing mereka menyampaikan aspirasi terkait perlindungan aktivitas, kesempatan dan perhatian dari pemerintah dalam pengembangan serta pelibatan disetiap kesempatan.
Di lain sisi, Gubernur Bali, Wayan Koster sangat mengapresiasi para Komunitas yang memanfaatkan teknologi digital dalam menuangkan hasil karyanya yang sejalan dengan konsep Ekonomi Kerthi Bali.
yang telah disusunnya dan diluncurkan secara resmi oleh Presiden RI, Bapak Ir. Joko Widodo pada tanggal 3 Desember 2021 dengan nama Peta Jalan Ekonomi Kerthi Bali menuju Bali Era Baru.
“Dalam konsep Ekonomi Kerthi Bali, saya telah masukan Sektor Ekonomi Kreatif dan Digital. Jadi teknologi digital harus Kita berdayakan untuk mempromosikan dan memperkuat sumber daya dan budaya lokal Bali,” kata Gubernur.
Gubernur juga berkomitmen untuk memberdayakan Komunitas Kreatif Digital dengan akan dibuatkan regulasi dan segera melaksanakan program Bali Digital Festival pada 8 - 10 April 2022 mendatang.
"Bali Digital Festival yang berlangsung pada Rahina Tumpek Landep bertujuan untuk memuliakan munculnya kekuatan dan ketajaman berfikir yang menjadi sumber kehidupan kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali," kata Gubernur Bali asal Desa Sembiran, Buleleng ini. (ISU/PDN)