Podiumnews.com / Aktual / News

Jelang G20, Pemkab Badung Vaksinasi Rabies Anjing Liar di Kawasan GWK

Oleh Podiumnews • 21 Maret 2022 • 18:42:00 WITA

Jelang G20, Pemkab Badung Vaksinasi Rabies Anjing Liar di Kawasan GWK
Kadis Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, saat kegiatan vaksinasi rabies dan pengawasan terhadap keberadaan anjing liar di kawasan GWK. (Foto: doc.podiumnews.com)

BADUNG, PODIUMNEWS.com – Dinas Pertanian dan Pangan Pemkab Badung vaksinasi rabies dan pengawasan terhadap keberadaan anjing liar disekitar kawasan Garuda Misnu Kencana (GWK), untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Badung I Wayan Wijana, usai melakukan vaksinasi rabies di Banjar Santi Karya, Desa Ungasan Kecamatan Kuta Selatan, Senin (21/3).

“Khususnya untuk delegasi peserta pertemuan G20 yang akan berlangsung di Bali dan kawasan GWK menjadi salah satu lokasi yang akan dikunjungi peserta pertemuan,” imbuhnya.

Menurut Wijana, Badung sebagai daerah yang heterogen khususnya wilayah Kuta Selatan memang menjadi daerah rawan terhadap penyebaran rabies.

“Untuk itu sesuai perintah bapak Bupati, kita memang gencar melakukan upaya pencegahan munculnya kasus gigitan positif rabies di wilayah ini. Terutama daerah penyangga kawasan Nusa Dua seperti Kelurahan Benoa, Jimbaran dan Tanjung Benoa serta Desa Ungasan,” terangnya.

Wijana juga mengakui pihaknya mendapat laporan dari manajemen GWK terkait keberadaan anjing liar di kawasan itu. Dari hasil pemantauan tim yang diterjunkan kelapangan, ditemukan populasi anjing liar memang cukup banyak.

“Jika tidak ditangani secara bersama-bersama akan dapat mengganggu kenyamanan para delegasi dan wisatawan yang sudah mulai ramai berkunjung kesana,” tuturnya.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya telah merancang strategi mulai dari menerjunkan tim untuk pemetaan, berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk menghimbau warganya agar tidak melepas liarkan anjingnya, melaksanakan vaksinasi masal, dan berkomunikasi dengan manajemen GWK dan LSM penyayang anjing untuk melakukan realokasi.

“Langkah terakhir terpaksa melakukan eliminasi jika ada indikasi rabies serta mengancam keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Berdasarkan hasil pemetaan, populasi HPR di desa Ungasan sendiri ada sekitar 2.420 ekor anjing yang akan mendapatkan vaksinasi rabies.

“Diharapkan kepada masyarakat agar membawa anjing dan kucing peliharaanya ke tempat pelayanan sesuai jadwal atau menghubungi petugas untuk layanan jemput bola dan kami juga melayani vaksinasi rabies di Mangupura Vet Care Puspem Badung,” tutupnya. (RIS/PDN)