Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Koster: Perusahaan Miliki Tanggung Jawab Merawat Budaya Bali

Oleh Podiumnews • 05 April 2022 • 19:19:00 WITA

Koster: Perusahaan Miliki Tanggung Jawab Merawat Budaya Bali
Gubernur Koster (tengah) saat serah terima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa unit mobil operasional untuk Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana serta Karangasem dari BPD Bali dan PT Pegadaian di Denpasar, Selasa (5/4). (foto: Ady)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster mengingatkan bahwa semua perusahaan beroperasi di Pulau Dewata miliki tanggung jawab ikut merawat alam, manusia, dan kebudayaan Bali.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Koster saat serah terima bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa unit mobil operasional untuk Majelis Desa Adat (MDA) Jembrana serta Karangasem dari BPD Bali  dan PT Pegadaian di Denpasar, Selasa (5/4).

“Siapa pun mencari peluang ekonomi di Bali harus mempunyai tanggung jawab merawat alam, manusia, dan kebudayaan Bali. Supaya ada timbal balik, karena mendapatkan manfaat dan keuntungan, dan harus ada kontribusi,” tegas Koster.

Sebab, lanjut Koster, apabila Bali tidak dirawat, maka akan mengalami degradasi hingga alam, manusia dan kebudayaannya, hingga segala sektor kehidupan akan rusak tanpa mampu tumbuh berkembang.

“Kalau alam Bali tidak memberikan restu, maka apapun yang dilakukan di Bali tidak akan bisa maju. Jadi itu prinsip dalam ilmu Fisika yang terdiri dari keseimbangan dan gaya. Kalau gaya F1, F1, F3 sampai F4 tidak seimbang, akan menimbulkan masalah,” jelasnya.

Oleh sebab itu, ditegaskan Koster bahwa agar segala aktivitas kehidupan termasuk sektor ekonomi berlangsung normal, maka alam, manusia, dan kebudayaan Bali mesti dirawat.

“Salah satunya dengan dengan menguatkan keberadaan desa adat. Jika desa adat sudah kuat, maka adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal Bali akan terjaga dengan baik. Jadi ekonomi Bali ini hulunya adalah budaya.Tanpa budaya, ekonomi tidak akan berkembang. Maka pelaku-pelaku usaha harus menjaga dan memuliakan keluhuran desa adat di Bali,” urainya.

Sementara itu, Direktur Utama BPD Bali I Nyoman Sudharma mengatakan bahwa bantuan CSR berupa unit operasional untuk MDA Karangasem dan Jembrana itu sebagai upaya  mendukung visi visi pembangunan daerah Bali yakni Nangun Sat Kerthi Loka Bali

“Sehingga CSR ini merupakan bantuan lanjutan BPD Bali di dalam upaya kami membantu Majelis Desa Adat yang memiliki tugas untuk melestarikan adat istiadat, tradisi, seni budaya, dan Kearifan Lokal Bali," kata Sudharma. (Ady)