Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Polresta Denpasar Bakal Kembali Panggil Bos GSI

Oleh Podiumnews • 08 Mei 2022 • 17:25:00 WITA

Polresta Denpasar Bakal Kembali Panggil Bos GSI
Bos PT GSI Rizki Adam. (Dok Podiumnews)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Setelah mengkir pada panggilan pertama, Penyidik Unit V Satuan Reskrim Polresta Denpasar dalam dekat ini akan melakukan pemanggilan kedua terhadap bos PT Goldkoin Sevalon International (GSI) Rizki Adam.

Bos GSI  sendiri mendapat pemanggilan pertama tertanggal Rabu 4 Mei 2022 selaku terlapor dalam kasus dugaan investasi bodong yang dilaporkan puluhan member di Bali. 

Namun pengacaranya mengaku Rizki Adam tidak hadir pada pemanggilan pertama disebabkan berhalangan untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarganya di Padang, Sumatera Barat. 

Menurut sumber petugas, penyidik telah menyiapkan jadwal pemanggilan guna mempercepat hasil pemeriksaan terhadap 7 laporan korbannya yang mengalami kerugian Rp 750 juta. 

"Pemanggilan kedua akan kami layangkan kepada terlapor untuk diperiksa sebagai saksi," bisik sumber petugas itu, pada Minggu (8/5) di Denpasar.

Sumber menyebutkan, Rizki Adam dilaporkan oleh 7 membernya ke Polresta Denpasar. Dalam kasus ini penyidik telah memeriksa sejumlah saksi-saksi dan mengumpulkan bukti bukti. 

Selain di Polresta, puluhan member juga telah melaporkan Rizki Adam ke Ditreskrimum Polda Bali dalam kasus yang sama. Tercatat, sebanyak 86 korban yang telah melapor dengan kerugian miliaran rupiah. 

Pasca dua pelaporan tersebut, Satreskrim Polresta Denpasar langsung melakukan penyegelan Kantor PT GSI dan juga kantor Bali Token di Jalan Nangka Selatan No. 66A, beberapa pekan lalu. Sementara kantor lainnya di Gianyar ditutup. 

Sedikitnya 7 saksi telah diperiksa Polisi berasal dari karyawan. Namun sejalan pemeriksaan berlangsung Rizki Adam menghilang dari Bali dan disebutkan berada di Padang, Sumatera Barat. 

Sementara itu, soal pemanggilan kedua ini Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Ketut Sukadi belum mengetahuinya. "Saya belum monitor, saya cek dulu ke Reskrim," ujarnya. (Ricky)