Search

Home / Hukum

MA Tak Beri Perlindungan Hakim dan Aparat Peradilan Nakal

Editor   |    24 Juni 2022    |   19:38:00 WITA

 MA Tak Beri Perlindungan Hakim dan Aparat Peradilan Nakal
Ketua Mahkamah Agung M. Syarifuddin

MEDAN, PODIUMNEWS.com - Mahkamah Agung (MA) menegaskan tidak akan memberikan perlindungan maupun pembelaan kepada aparat peradilan yang nakal dan yang bermasalah.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), M. Syarifuddin, saat berbicara di hadapan para hakim dari seluruh Indonesia. Ia berbicara dalam acara Pembinaan Teknis dan Administrasi Yudisial secara hibrida di hotel JW Marriot, Medan.

Ia menambahkan, untuk menjaga nama baik pribadi maupun instansi, bukan hanya menjadi tanggung jawab per orang. Para pimpinan pengadilan juga memiliki kewajiban mengingatkan dan menegur aparatur yang terindikasi melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik pedoman perilaku hakim, sehingga bisa mencoreng nama baik pribadi dan lembaga.

Lanjutnya, pengawasan tersebut harus dilakukan secara terus menerus baik di jam kerja maupun di luar jam kerja.

“Pengawasan itu jangan diartikan bahwa pimpinan ikut campur dalam dalam urusan pribadi, namun harus diartikan bahwa itu merupakan bentuk tanggung jawab dan rasa sayang pimpinan terhadap staf-stafnya,” tegas Syariffudin, Jumat (24/6).

Ia mengatakan, jabatan yang disandang baik sebagai hakim atau aparatur peradilan yang lain akan melekat ke mana pun pergi, dan hal tersebut juga berdampak langsung pada nama baik lembaga.

Ketua MA mengimbau agar seluruh aparatur peradilan menumbuhkan semangat kebersamaan dan sikap kepedulian antar sesama dalam saling menjaga dan saling mengingatkan untuk tidak melakukan hal-hal yang dapat menurunkan citra positif lembaga peradilan.

Acara itu, diikuti oleh seluruh aparatur peradilan di seluruh Indonesia secara virtual. Acara ini dihadiri pula oleh para Ketua Pengadilan Tingkat Banding seluruh Indonesia secara langsung di Hotel JW Marriot Medan.

Kegiatan Pembinaan merupakan agenda yang rutin dilakukan Pimpinan Mahkamah Agung. Hal itu menjadi media dalam memberikan nasehat dan arahan secara langsung kepada seluruh aparatur peradilan serta mencari pemecahan masalah-masalah yang ada di dunia peradilan di seluruh Nusantara. (Devi)

 


Baca juga: Turis Wanita Asal Ukraina Jadi Korban Jambret di Badung