150 Hari untuk Selesaikan Sirkuit All In One
PENGAMBENGAN, PODIUMNEWS.com - Rencana pembangunan sirkuit All In One oleh Pemkab Jembrana di Desa Pengambengan akhirnya terwujud, menyusul peletakan batu pertama oleh Bupati Jembrana I Nengah Tamba, pada Jumat (8/7) lalu.
Proyek senilai Rp 2,9 milyar lebih itu dikerjakan CV Sinar Surya Abadi dengan tenor pekerjaan 150 hari kalender. "Sirkuit ini akan menjadi destinasi atraksi terpadu, yang diharapkan mampu membangkitkan sektor pariwisata di Jembrana," kata Bupati Tamba di sela-sela acara peletakan batu pertama.
Bupati Tamba berharap, dengan selesainya pembangunan sirkuit, semua atraksi budaya seperti mekepung, pacuan kuda,lomba layang-layang, parade jegog dan arisan burung dara bisa diselenggarakan di sana. "Kami ingin sirkuit ini menjadi wahana objek wisata baru bagi wisatawan," jelasnya.
Pembangunan sirkuit yang berlokasi di pesisir pantai itu, dibiayai dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). Karenanya, selain sebagai destinasi atraksi, sirkuit juga didesain untuk bisa menumbuhkan UMKM bagi warga setempat.
Realisasi proyek sirkuit, merupakan satu bukti bahwa upaya Bupati Tamba berburu fulus (bantuan), ke pemerintah pusat untuk membangun daerahnya tidak sia-sia.
Pembangunan sirkuit All In One ini sebenarnya merupakan mimpi Bupati Tamba, dalam upaya pembinaan sekaligus membangkitnya budaya Jembrana ke dalam satu destinasi (lokasi).
Karena anggaran daerah minim, maka bupati yang banyak punya akses ke pemerintah pusat ini melakukan lobi-lobi ke sejumlah pejabat dan salah satunya ke Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiago Salahhudin Uno. Dari lobi yang dilakukan, Bupati Tamba sempat dipanggil ke Kemenparekraf melalui Deputi Pariwisata pada 19 Maret 2021 lalu.
Dari rangkaian pertemuan itulah akhirnya Kementerian Pariwisata merestui pembangunan sirkuit All In One, dengan bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp 2,9 milyar lebih. "Setahun lebih kami perjuangkan akhirnya membuahkan hasil," kata Bupati.
Dijelaskan, sirkuit All In One ini nantinya merupakan destinasi terpadu sebagai wadah atraksi budaya yang di miliki Jembrana. "Kalau sebelumnya dalam event tertentu pagelaran atraksi budaya dilakukan menyebar dan terpisah, maka dengan selesainya sirkuit semua atraksi bisa digelar di sini," jelasnya.
Beberapa atraksi yang akan digelar di sirkuit ini seperti mekepung, parade jegog, lomba layang-layang, pacuan kuda dan arisan burung dara. Dengan digelarnya atraksi budaya dalam satu destinasi, maka wisatawan yang datang akan dimudahkan karena tidak harus berpindah-pindah untuk menikmati atraksi budaya yang berbeda.
Sejumlah sekaa (komunitas) mengapresiasi pembangunan sirkuit. Sekaa layang-layang misalnya, mengaku selama ini kegiatan lomba sering digelar di hamparan sawah yang baru panen karena tidak ada tempat. Dengan selesainya sirkuit, maka kegiatan "melayangan" bisa dilakukan di sirkuit. "Kita sangat bersyukur di Jembrana dibangun sirkuit terpadu, sehingga lomba layan-layang nanti bisa dilaksanakan di sini," kata salah seorang pencinta layang-layang. (Edy)