Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Polisi Diduga Bekuk Anak Anggota Dewan Terlibat Narkoba

Oleh Podiumnews • 10 Juli 2022 • 20:24:00 WITA

Polisi Diduga Bekuk Anak Anggota Dewan Terlibat Narkoba
ILUSTRASI (ist)

DENPASAR, PODIUMNEWS.COM - Sederetan nama anak kandung wakil rakyat yang diduga terlibat penyalahgunaan narkoba kembali menjadi target operasi kepolisian. Setelah anak pejabat Dewan Badung dan Buleleng dijebloskan ke tahanan, giliran WKK yang diduga anak kandung anggota DPRD Bal berinisial IWK. 

WKK dibekuk dengan barang bukti 200 gram ganja kering di seputaran Padang Sambian, Denpasar Barat, pada Sabtu (9/7). Penangkapan ini dilakukan oleh jajaran Subdit II Direktorat Reserse Narkoba Polda Bali sekitar pukul 21.00 WITA. 

"Pelaku ini anak anggota anggota DPRD Bali. Profesinya pengacara dan pengusaha," ungkap sumber, pada Minggu (10/7). 

Tersangka WKK diringkus atas informasi masyarakat. Selanjutnya polisi menyelidiki dan mengikuti gerak-gerik yang bersangkutan. 

Dalam sebuah penyergapan, WKK tak berkutik saat akan mengambil paket narkoba di seputaran Padang Sambian, Denpasar Barat. Ia kemudian digeledah dan polisi mengamankan barang bukti 200 gram ganja kering.

"Pelaku kepergok mengambil tempelan ganja di TKP. Barang bukti 200 gram ganja kering," ujar sumber. 

Polisi kemudian menggiring ke rumahnya di kawasan Denpasar Barat. Namun di dalam kamarnya, polisi tidak menemukan barang bukti narkoba lainnya.  

Setelah dibekuk, WKK dan barang bukti ganja kering dibawa ke Mapolda Bali. Hasil pemeriksaan, diindikasi ganja tersebut akan diedarkan tersangka di sebuah tempat hiburan miliknya di kawasan Petitenget, Kuta Utara, Badung. 

"Diduga ganja ini akan dibawa ke sana karena dia punya tempat hiburan di Petitenget. Barang bukti sebanyak itu tidak mungkin dikonsumsi sendiri," terangnya. 

Soal penangkapan ini, pihak Polda Bali belum ada yang berkomentar. Kepada wartawan, Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Bali, AKBP Made Rustawan yang dikonfirmasi mengaku belum mendapat informasi tersebut.

"Sementara belum ada informasi. Masih tunggu dari rekan-rekan di Dit Res Narkoba," katanya, Minggu (10/7). (hen/sut)