Podiumnews.com / Aktual / Hukum

Ditegur, Jo Balik Ancam Bunuh Tetangga Kosan

Oleh Podiumnews • 21 Juli 2022 • 22:17:00 WITA

Ditegur, Jo Balik Ancam Bunuh Tetangga Kosan
Situasi kosan tempat tinggal pasangan kumpul kebo Jo dan Novi tersangka penyiksa balita Naya (5) hingga mengalami patah tulang di paha kakinya. (foto/hen)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Para tetangga yang kos di Jalan Kerta Dalem Sari II Nomor 8, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan, mengaku hampir setiap hari mendengar suara teriakan Naya yang kerap disiksa oleh tersangka Yohanes Paulus Maniek Putra alias Jo (39), pacar dari ibu kandungnya, Dwi Novita Murti alias Novi (33).

Kekerasan fisik terhadap balita 5 tahun itu merupakan pemandangan biasa dilihat para tetangga sejak setahun terakhir kedua tersangka tinggal di sana. 

Menurut para tetangga yang ditemui awak media, pada Kamis (21/7), korban Naya memang selalu jadi korban pelampiasan emosi pria asal NTT itu. Bila polisi sebelumnya disebutkan korban mendapat siksaan sebanyak 6 kali tapi warga di sana menyebutkan sudah berkali-kali. 

Mirisnya, tidak hanya Naya, tersangka Jo juga cenderung menyiksa Novi di kamar kos. "Ibunya Novi sering dipukuli sampai babak belur," ungkap sumber tetangga. 

Tak hanya mendapat siksaan dengan cara dicubit, ditendang, dan bahkan direndam dalam bak air, Naya juga selalu dikurung di dalam kamar. Sehingga bocah malang itu tidak bisa bertemu dan bermain dengan teman sebayanya di luar.

"Anak itu sering dikurung di kamar mas, kasihan melihat kondisinya," ujarnya. 

Dijelaskan para tetangga, mereka pernah berniat menegur tersangka Jo. Tapi pria temperamental itu balik marah-marah dan mengancam akan membunuh para tetangga. 

Bahkan para tetangga yang tidak tega melihat Naya disiksa mencoba lapor kepada pemilik kos. Tapi pemilik kos memilih untuk tidak memberikan teguran. 

Mereka pun heran kenapa Novi malah bertahan berhubungan dengan Jo.

"Kami sebenarnya heran. Novi itu kok malah bertahan ya kenapa tidak pergi saja. Makanya kami di sini anggap masa bodoh saja," ujarnya. 

Bagaimana tidak, tutur tetangga perempuan ini, begitu pasangan kumpul kebo itu bertengkar hebat keduanya cepat akur dan berpelukan mesra. 

"Saya punya niat lapor polisi, tetapi saya pikir-pikir bikin buang waktu saja. Nanti dipanggil polisi malah lepas," kata sumber tadi. 

Selain itu para tetangga mengaku tidak mengetahui apa pekerjaan Jo dan Novi. Setiap hari mereka berada di kamar kos dan tidak pernah keluar. Walau keluar itupun sebentar dan balik lagi ke kamar kos. 

Sementara di dalam kamar kos, mereka kerap menghidupkan musik keras-keras, baik siang dan malam. Sehingga banyak penghuni kos tidak betah dan pindah. 

Menariknya lagi, Novi yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur tidak pernah bertegur sapa dengan tetangga. Padahal tetangga kos mereka banyak orang dari Banyuwangi.

"Mereka tidak bekerja tetapi masih bisa bayar kos Rp 700.000 sebulan," ungkapnya. 

Yang lebih aneh lagi katanya, tersangka Jo setiap malam nongkrong sendirian di Jalan gang masuk menuju kos. Tidak tahu apa yang dia tunggu.

"Mereka punya tiga unit motor, tetapi tidak pernah di parkir di parkiran kos," kata sumber yang minta namanya tidak ditulis ini. 

Kemarahan Jo memuncak pada Selasa (19/7) dini hari, setelah keduanya menyiksa Naya karena tidak mau bangun saat hendak pipis. Korban disiksa hingga paha kananya patah.

Tragisnya, Naya dalam kondisi tak berdaya dibuang ke pinggiran Jalan Bedugul, Desa Sidakarya, Denpasar Selatan. 

Korban ditemukan oleh warga sekitar dalam keadaan penuh luka. Setelah kasusnya dilaporkan ke Polsek Denpasar Selatan, Jo dan Novi diamankan di kamar kos tanpa perlawanan. (hes/sut)