Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kemenkses Janji Sederhanakan Aturan Industri Kesehatan

Oleh Podiumnews • 29 Juli 2022 • 19:22:00 WITA

Kemenkses Janji Sederhanakan Aturan Industri Kesehatan
Wamenkes Dante saat mengunjungi salah satu pabrik pembuatan alat kesehatan PT Fyrom International di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (28/7). (ist)

BEKASI, PODIUMNEWS.com – Kementerian Kesehatan (Kemenkes)  berjanji akan penyederhanaan peraturan dan birokrasi termasuk perizinan untuk mendorong pertumbuhan industri kesehatan. Ini bertujuan membangun sistem ketahanan kesehatan nasional

Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono saat mengunjungi salah satu pabrik pembuatan alat kesehatan PT Fyrom International di Bekasi Jawa Barat, Kamis (28/7).

Untuk itu ia mengajak pelaku industri kesehatan dalam negeri untuk terus berinovasi serta berkontribusi pada sistem kesehatan di Indonesia. Pihaknya mengakui perlu melakukan sejumlah penguatan untuk menjadikan produk dalam negeri menjadi prioritas penggunaan pelayanan kesehatan di Indonesia.

“Juga dapat bersaing dengan produk luar negeri. Kami juga akan coba sederhanakan beberapa peraturan yang ada,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan serius berkomitmen menumbuhkan industri kesehatan dalam negeri dengan melakukan kolaborasi dengan pihak lainnya.

Kolaborasi ini nantinya, kata Dante, ditindaklanjuti Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kemenkes terkait peyederhanaan sistem birokrasi sehingga produk-produk dapat diproduksi secara maksimal.

Lalu ia menjelaskan pentingnya membangun kolaborasi dari berbagai pihak ini. Seperti halnya universitas, pelaku bisnis, dan pemerintah harus saling bekerja sama untuk dapat menyeimbangkan ekosistem tersebut.

Kolaborasi itu dapat menciptakan peluang-peluang untuk memperkuat ketahanan sistem kesehatan di Indonesia. Ia pun berharap karya PT Fyrom International tidak berhenti sampai di sini.

“Ini merupakan bagian dari produk anak negeri yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, sehingga dapat berkontribusi maksimal untuk memberikan pelayanan terhadap sistem kesehatan di Indonesia,” katanya.

CEO PT Fyrom International Ole Mulyadi mengungkapkan bahwa pihaknya telah berhasil menciptakan satu alat untuk membuka paru-paru bayi (resusitasi) yang hanya ada satu di dunia dan telah lolos uji profesi maupun Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan.

“Alat ini sudah tersebar di lebih dari 500 puskesmas hingga ke rumah sakit tipe A di 30 provinsi di Indonesia,” sebut Ole.

Selain itu, pihak PT Fyrom International juga mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah untuk bisa melakukan penyederhanaan peraturan sehingga dapat melakukan ekspor atas alat kesehatan buatan anak bangsa. (ris/sut)