Podiumnews.com / Aktual / Sosial Budaya

Bupati Resmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh, Wajib Punya Tempat Pengolahan Sampah

Oleh Podiumnews • 30 April 2019 • 13:53:39 WITA

Bupati Resmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh, Wajib Punya Tempat Pengolahan Sampah
Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, menandatangani prasasti saat meresmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh, Rabu (24/4).

MANGUPURA, PODIUMNEWS.com - Desa Blahkiuh kini memiliki bangunan pasar desa adat yang begitu megah, berlantai III dilengkapi basemant. Pasar Desa Adat Blahkiuh dengan mengambil konsep "lumbung kembar" tersebut, Rabu (24/4) diresmikan oleh Bupati Badung, I Nyoman Giri Prasta, bertepatan dengan piodalan di Pura Melanting Pasar Desa Adat Blahkiuh.

Acara peresmian pasar begitu meriah. Kedatangan Bupati Giri Prasta disambut riuhnya tabuh baleganjur dari gabungan pemuda tujuh Banjar se-Desa Blahkiuh. Dikalungkan rangkaian bunga oleh Jegeg Bagus Blahkiuh dan sepanjang jalan menuju Pasar, ratusan krama lanang istri membentuk pagar betis. Di depan pasar, Bupati Badung ini juga disambut dengan tari rejang rentang.

Tarian itu dibawakan 140 penari PKK se-Blahkiuh diiringi gambelan Sanggar Seni Banda Yowana Blahkiuh. Selanjutnya Bupati meresmikan Pasar Desa Adat Blahkiuh ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Setelah meresmikan, Bupati Giri Prasta berkesempatan meninjau kondisi pasar dimana para pedagang sudah mulai berjualan disana.

Pada acara peresmian tampak hadir, Kapolres Badung, AKBP Yudith Satria Hananta, Kabag Humas Badung, Putu Ngurah Thomas Yuniarta, Sekretaris Camat Abiansemal, IB Mas Arimbawa, beserta Tripika Kecamatan, Perbekel Blahkiuh, I Gst Ngr Made Oka, Bendesa Adat Blahkiuh, IB Bajra, Kepala Pasar Blahkiuh, I Made Sumandia, para kelian adat dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Giri Prasta merasa bangga karena desa blahkiuh sudah bersatu untuk membangun desanya. Ada dua program yang dilaksanakan Bupati saat ini yaitu membantu kebutuhan pribadi dan kebutuhan komunal krama Badung. Kebutuhan pribadi seperti pendidikan dan kesehatan gratis. Kebutuhan komunal, seperti peson-peson, membangun balai banjr, dll.

"Dana masyarakat akan dikelola di rumah tangga masing-masing, dengan itu ekonomi masyarakat meningkat, astungkara kemiskinan turun hingga nol persen," terangnya. Mengenai pembangunan pasar, kata Bupati, pemerintah ingin memutus mata rantai kaum kapitalis, dan tengkulak, toko modern yang tidak berizin juga akan ditutup. Hal ini guna menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Selain di Blahkiuh juga telah dilakukan revitalisasi pasar di Pecatu, Tegal Darmasaba, Dalung, Sibanggede dan Abiansemal. Bupati mengharapkan pengelolaan pasar rakyat ini harus bersih, dan pasar di desa harus mempunyai tempat pengolahan sampah sebagai tempat pemilahan sampah plastik dan penyacahan sampah organik yang akan diolah menjadi pupuk kompos.

"Kalau ini bisa dilakukan, saya yakin pasar blahkiuh akan menjadi percontohan di Badung, Bali bahkan Indonesia," tambahnya. Dari segi keamanan juga perlu diperhatikan. Bila perlu desa dapat mengajukan permohonan pemasangan CCTV untuk keamanan pasar. Bupati juga menetapkan Desa Blahkiuh menjadi Ibukota Kecamatan Abiansemal. Sehingga perlu ditata agar menjadi indah.

Bendesa Adat Blahkiuh, IB Bajra, melaporkan, Pasar Blahkiuh dibangun melalui dana APBD Badung tahun anggaran 2018 sebesar Rp 14,9 M. Bangunan pasar terdiri dari tiga lantai dan dilengkapi basemant. Pedagang di pasar Blahkiuh sebanyak 79 toko, dan 327 los/lapak, di basemant untuk parkir. Tujuannya untuk mengurangi kekroditan lalu lintas di depan pasar.

Di lantai I terdiri dari lapak-lapak penjual daging, sayur, buah, canang dan lainnya serta beberapa toko sembako dan kain. Dilantai II terdapat toko menjual sembako dan dilantai III terdapat bangunan menyerupai dua buah lumbung. Atas nama masyarakat Blahkiuh, IB Bajra menyampaikan terima kasih kepada Bupati Badung sehingga pembangunan pasar ini dapat terlaksana.

LEbih lanjut, Bajra berharap, ke depannya perekonomian masyarakat khususnya di wilayah Blahkiuh ini jadi lebih meningkat dibanding sebelumnya. Tak hanya pasar, Bupati telah banyak membantu pembangunan fisik seperti Pura Kahyangan Jagat Giri Kusuma, Taman Gili Dukuh sebagai tempat melasti termasuk di Pura Kahyangan Tiga dan pura-pura pemaksan lainnya. (HER/PDN)