Tidak Ada Olahraga Layak Dibayar Nyawa
JAKARTA, PODIUMNEWS.com - Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Malang usai laga Arema FC versus Persebaya Surabaya pada Sabtu (1/10) lalu, merenggut sebanyak 125 nyawa. Kerusuhan ini bukan hanya letusan kerusuhan sepakbola biasa, akan tetapi menjadi tragedi nasional.
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menggelar Doa Bersama Lintas Agama mengenang tewasnya para suporter sepak bola tersebut pada Senin, (3/10) di Jakarta.
"Kehilangan 125 nyawa anak bangsa dalam tragedi kerusuhan pertandingan sepak bola merupakan tragedi yang memilukan dan menyedihkan. Siapa saja bisa mengalaminya. Bisa jadi teman kita, saudara kita, keluarga kita, atau bahkan kita sendiri," kata Kepala BP2MI Benny Rhamdani.
Benny mengatakan, sejarah panjang sepak bola Indonesia yang amat berharga. Sejarah sepak bola sejatinya keindahan, yang untuk menikmatinya dibutuhkan kehidupan.
"Siapapun yang mencintai sepak bola harus ikut memutus siklus kekerasan yang menumbangkan nyawa. Sudah terlalu banyak ibu-ibu yang menanggung beban, mau berapa nyawa lagi yang harus terbuang percuma? Bukan kejayaan yang dirayakan di atas tangisan. Tak ada kebanggaan yang boleh tegak di atas nisan." tuturnya.
Benny berharap bahwa sepak bola dapat menjadi olahraga yang dinikmati dengan baik.
"Saya berharap dengan doa lintas agama sebagai bentuk keyakinan dan solidaritas kita. Semoga sepak bola Indonesia dapat menjadi olahraga yang menyenangkan yang tidak layak untuk dibayar dengan kehilangan nyawa. Tidak ada nyawa yang setara dengan kesukaan yang didapatkan dari menonton sepakbola. Tidak ada tangis keluarga dan derai air mata orangtua yang dapat diganti." pungkas Benny.
Benny juga menyatakan rasa duka cita yang mendalam dan turut berbelasungkawa kepada korban tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang.
"Semoga keluarga yang ditinggalkan dapat diberikan kekuatan. Semoga yang terluka diberikan kesembuhan. Kita jadikan tragedi ini pelajaran penting," tutup Benny.
Acara ditutup dengan doa bersama lintas agama dan mengheningkan cipta sebagai tindakan berkabung dan simpati terhadap 125 suporter yang kehilangan nyawanya dan ratusan lainnya yang luka-luka. (ris/sut)