Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kementerian Investasi: Ekonomi Dimasa Depan Tidak Lagi Bertumpu Pada SDA

Oleh Adi Saputra • 09 Desember 2022 • 06:00:00 WITA

Kementerian Investasi: Ekonomi Dimasa Depan Tidak Lagi Bertumpu Pada SDA
Staf Khusus Bidang Ekonomi Kementerian Investasi menyelenggarakan FGD Pengembangan Investasi Dalam Industri Ekonomi Kreatif di Indonesia, di Kuta, Badung, Jumat (9/12) (foto/adi)

BADUNG, PODIUMNEWS.com - Staf Khusus Bidang Ekonomi Kementerian Investasi Dr Eka Sastra, memprediksikan ekonomi dimasa depan tidak lagi bertumpu pada Sumber Daya Alam (SDA), melainkan ekonomi yang berbasis pada kreativitas Sumber Daya Manusia (SDM).

"Nah karena itulah sangat penting bagaimana caranya untuk mengenal ekonomi kreatif ini, dan juga bagaimana kita mengembangkannya kedepan" kata Sastra saat FGD Pengembangan Investasi Dalam Industri Ekonomi Kreatif di Indonesia, di Kuta, Badung, Jumat (9/12).

Sastra mengungkapkan semestinya Indonesia memasuki 5 besar ekonomi dunia, lantaran Indonesia adalah bangsa yang sangat besar, dengan tanah dan daratan yang sangat luas, memiliki keanekaragaman budaya, serta bependuduk terbesar ke-4 di dunia.

"Nah kenapa? Karena kita punya tadi, sumber daya manusia dan sumber daya alam, cuman sampai hari ini posisi kita masih di enam belas besar, kita punya target 2045 kita akan menjadi ekonomi terbesar nomor empat sedunia," ujarnya.

Ia menjelaskan untuk mencapai target tersebut, Indonesia harus mengembangkan semua potensi-potensi  yang ada, termasuk dalam sektor ekonomi kreatif, mengingat sejauh ini kontribusi ekonomi kreatif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional baru menyentuh angka 7 persen.

"Dari tujuh persen ekonomi kreatif tadi, ada tiga sektor utama yaitu kuliner, fashion, dan juga kerajinan. Kita perlu mengembangkan lagi kreatif film kita untuk hiburan, animasi game, karena itulah, hari ini kita berkumpul untuk mendengarkan paparan dan berdiskusi," jelasnya.

Sastra  menerangkan sejauh ini sektor ekonomi kreatif di Indonesia masih dikalahkan oleh sektor lainnya seperti pertanian dan indutri yang memberikan kontribusi mencapai angka 20 persen. Dan mencotohkan negara- negara maju memiliki ciri ekonomi kreatif yang berkembang baik.

"Seperti Amerika punya hollywood, India punya Bollywood, kemudian Korea (selatan) punya K-pop, nah itulah yang mendorong perekonomian mereka semuanya," ujarnya.

Lebih jauh, Sastra mengutarakan alasan Kementerian Investasi memilih Pulau Dewata sebagai tempat FDG, karena pihaknya melihat penggerak utama sektor ekonomi kreatif berada di Bali.

"Kita ingin menjadikan Indonesia tidak lagi menjadi serbuan dari Hollywood semisalnya, serbuan Bollywood, serbuan K-pop. Kita ingin punya gagasan sendiri, kita ingin punya kretivitas sendiri," pungkasnya. (adi/sut)