Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

BI Bali: Jumlah Uang Keluar Sekarang Sekitar 12 Triliun

Oleh Adi Saputra • 19 Desember 2022 • 19:00:00 WITA

BI Bali: Jumlah Uang Keluar Sekarang Sekitar 12 Triliun
Kepala Bank Indonesia (BI) perwakilan Bali, Trisno Nugroho (foto/adi)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali Trisno Nugroho mengatakan, jumlah uang rupiah yang keluar dari BI (Bank Indonesia) perwakilan Bali sekarang ini sekitar 12 triliun, sedangkan sebelum Pandemi Covid-19 menyentuh angka 20 triliun.

"Ini kok nggak nyampai dua puluh, dampak
digitalisasi juga bisa uang kartal ini tidak nambah, nanti kita cek sampai 2023. Jadi kita ada gap sekitar delapan triliun, tapi itu ditutup dengan digitalisasi. Dan kemarin kan juga kita (ekonomi) tumbuh positif terakhir 8,05 (persen)," ujar Nugroho dalam acara perayaan keberhasilan Provinsi Bali di ajang Championship TP2DD di Jaya Sabha, Denpasar, Senin (19/2022).

Berdasarkan hipotesa dan fakta yang dilihatnya, digitalisasi cukup berhasil mendorong aktivitas ekonomi tanpa harus menambah uang kartal, ia juga meyakini digitalisasi memiliki korelasi dengan pertumbuhan ekonomi.

"Dulu waktu IMF kita bandingin uang kartal nya banyak keluar, ini saat G20 uang kartal nya tidak banyak keluar. Tetapi aktivitas ekonomi meningkat di kuartal ke empat. Survei (menunjukkan) ritel juga meningkat, indeks keinginan konsumen juga meningkat di kuartal ke empat," jelas Nugroho.

Lebih lanjut Nugroho menyatakan keberadaan digitalisasi sangat mengefisiensikan aktivitas ekonomi, dirinya mencontohkan BI fast yang tetap berjalan saat hari Sabtu dan Minggu berkat keberadaan teknologi digital.

"Tarik setor tunai pakai QRIS, luar biasa kan, tarik setor tunai tanpa harus pakai ATM, mungkin nanti merchant juga bisa minta uang tanpa harus pakai ATM," ujarnya.

Lebih jauh Nugroho mengungkapkan alasan Bali mampu mengalahkan provinsi lain di daerah Jawa dalam ajang nominasi Championship TP2DD 2022, menurutnya ada empat kriteria yang mempengaruhi yakni, input, proses, output, dan outcome.

"Kalau prosesnya baik, maka biasanya output nya bagus dan outcome nya bagus. Apa yang membedakan dengan Jawa? Saya gini, kompak ya antara kami (BI), BPD, sama Pak Bupati dengan Sekda dan kepala dinasnya, itu sodil dan kompak, kita evaluasi tiap minggu," pungkasnya. (adi/sut)