DTW Pemuteran Raih Penghargaan di ASEAN Tourism Standard
SINGARAJA, PODIUMNEWS.com - Desa Wisata Pemuteran, Kabupaten Buleleng meraih penghargaan ASEAN Tourism Standard kategori Community-Based Tourism (CBT). Penghargaan itu diserahkan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno di Yogyakarta, Minggu (5/2) lalu.
Dikonfirmasi pada Selasa (7/2) di Singaraja, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Buleleng Gede Doddy Sukma Oktiva Askara menjelaskan Community Based Tourism (CBT) adalah kumpulan masyarakat yang melakukan pariwisata bertujuan tidak hanya mencari keuntungan semata, namun berfokus pada keberlangsungan lingkungan, sosial dan budaya.
Ditambahkannya, CBT ini juga dianggap sebagai sebuah skema kegiatan masyarakat lokal melalui komunitas yang memiliki peran di bidang kepariwisataan. Mulai dari perencanaan dan pengganggaran Daerah Tujuan Wisata (DTW), sampai membuat perencaanaan yang akan dilakukan 5 tahun ke depan.
“Hal ini membuat masyarakat tidak hanya menjadi penonton tapi juga sebagai pelaku pariwisata sekaligus pemilik usaha,” terangnya.
Ia pun menilai, Desa Pemuteran memang pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Alasannya, karena memiliki destinasi wisata dengan konsep ekowisata laut dan bukit, selain itu mempunyai atraksi budaya yang menjadi daya tarik tersendiri.
Model percontohan
Ia selanjutnya mengungkapkan bahwa Desa Pemuteran akan menjadi model percontohan dengan pengembangan ekosiwata yang berbasis CBT. Selanjutnya ditargetkan menjadi objek studi tiru bagi desa lain di Buleleng dengan mengusung konsep wisata yang mengedepankan pelestarian alam dan lingkungan.
“Nah, program yang diusung ini menjadi manfaat untuk kemajuan bersama. Tentu Pemuteran ini tidak hanya menjadi rujukan kita saja di Buleleng tapi bisa juga kabupaten lain di Bali,” harapnya.
Tidak instan
Sementara itu, Ketut Sutrawan selaku Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Segara Giri, Desa Pemuteran mengatakan bahwa prestasi diraih pihaknya tidaklah dengan instant. Pihaknya melakukan berbagai upaya, seperti konservasi terumbu karang secara berkelanjutan, pembersihan lingkungan, penanganan sampah yang menggandeng seluruh masyarakat desa.
“Keikutsertaan kami ini tentunya tidak lepas dari raihan penghargaan pada saat mengikuti ADWI tahun 2021 sebagai Desa Wisata Mandiri. Semua informasi tersebut menjadi acuan penilaian dan informasi yang di-upload juga hampir sama,” tuturnya.
Ia berharap tidak hanya meraihan penghargaan saja, tetapi dampaknya harus juga dapat menggerakkan roda perekonomian masyarakat sekitar terutama UMKM menjadi lebih baik lagi.
Sebagai informasi, selain Desa Wisata Pemuteran terdapat empat desa lain di Indonesia juga mendapat penghargaan yang sama. Yaitu, Desa Wisata Wae Rebo (NTT), Desa Wisata Pentingsari (Yogyakarta), Desa Wisata Silokek (Sumbar), dan Desa Wisata Tamansari (Jawa Timur). (sut)