Kunjungan Wisatawan ke Bali Capai 25 Ribu Orang per Hari
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Gubernur Bali Wayan Koster menyebutkan bahwa kunjungan wisatawan ke Pulau Dewata tercatat hingga Desember 2022 mencapai rata-rata 25 ribu orang per hari.
Koster merinci, jumlah wisatawan domestik (Wisdom) yang datang ke Bali sampai Desember 2022 telah meningkat rata-rata mencapai 11 ribu orang per hari. Sedangkan untuk wisatawan mancanegara (Wisman) mencapai lebih dari 12 ribu orang per hari. Sehingga ditotal wisatawan yang datang ke Bali mencapai 23 ribu sampai 25 ribu orang per hari.
Menurut Koster, jumlah itu hanya yang tercatat melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai saja. “Itu belum yang lewat jalur darat atau nyebrang dari Ketapang-Gilimanuk. Jadi pariwisata dan perekonomian Bali sekarang sudah pulih dan bangkit kembali,” kata Koster di Denpasar pada Rabu (22/2).
Pulihnya pariwisata Bali ini, lanjut Koster, berdampak langsung terhadap pemulihan perekonomian Bali. Pada tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Bali mengalami kontraksi dengan rata-rata sebesar -9,31 persen yang disebabkan pandemi Covid-19.
Pada tahun 2021, Bali masih mengalami pertumbuhan negatif (kontraksi) dengan rata-rata sebesar -2,47 persen. Namun, tahun 2022, perekonomian Bali sudah tumbuh positif. Untuk triwulan I mengalami pertumbuhan sebesar 1,43 persen, triwulan II sebesar 3,05 persen, triwulan III sebesar 8,09 persen, dan triwulan IV sebesar 6,68 persen (YoY).
“Sehingga rata-rata pertumbuhan ekonomi Bali tahun 2022 positif sebesar 4,84 persen,” sebutnya.
Masih di tahun 2022, kata Koster, Bali memperoleh manfaat sebagai tuan rumah pertemuan puncak Presidensi G-20 yang dihadiri langsung oleh 17 kepala negara G-20.
“Pelaksanaan Presidensi G-20 di Bali telah mendapatkan manfaat secara langsung, dimana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana dapat dukungan dari APBN sebanyak Rp 800 miliar lebih. Sehingga fasilitas pariwisata Bali semakin baik dan berdaya saing, terutama di Kabupaten Badung dan berimbas ke Kota Denpasar,” terangnya.
“Jadi rangkaian Pertemuan Presidensi G-20 juga ikut memberikan kontribusi percepatan pemulihan pariwisata dan perekonomian Bali. Nama Bali yang sudah terkenal, menjadi semakin terkenal dan branding Bali menjadi semakin kuat,” imbuhnya. (adi/sut)