Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Pelayanan Penerbangan Xiamen –Denpasar Dibuka Tiap Hari

Oleh Podiumnews • 06 Maret 2023 • 19:51:00 WITA

Pelayanan Penerbangan Xiamen –Denpasar Dibuka Tiap Hari
Pelayanan Penerbangan Xiamen –Denpasar Dibuka Tiap Hari

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Penerbangan langsung (direct flight) dari China ke Bali melalui Bandar Udara ke Gaoqi Xiamen (XMN) - Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar (DPS) telah dibuka.

Pelayanan penerbangan tiap hari dari Xiamen - Denpasar menjadi penerbangan reguler pertama setelah pandemi COVID-19 yang telah dilakukan sejak Jumat (3/3) lalu.

Penerbangan perdana itu menggunakan pesawat Xianmen Airlines Boeing 738-800 dengan kapasitas 169 kursi. Jadwal kedatangan pesawat dari Xiamen pada pukul 23.15 dan kembali ke Xiamen pukul 00.15 WITA.

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) M Kristi Endah Murni menilai akan berdampak positif terhadap pertumbuhan jumlah kunjungan wisatawan asal China ke Pulau Dewata.

"Mengingat China merupakan salah satu potensi market bagi pariwisata di Bali. Saat ini tercatat sebanyak 1.143 wisman (wisatawan mancanegara) asal China datang ke Bali sejak awal 2023. Dengan adanya penerbangan reguler secara direct tentunya akan sangat mendukung," ujar Kristi melalui siaran pers, Senin (6/3).

Sebelumnya, Bandar Udara Ngurah Rai telah melayani penerbangan charter dari Shenzen (SZX) - Denpasar (DPS) seminggu sekali oleh maspakai Lion Air menggunakan pesawat Boeing 737-900. Kini sudah ada dua kota di China, yaitu Xiamen dan Shenzhen, yang terkoneksi langsung dengan Bali melalui reguler flight dan charter flight.

Kristi berharap aksesbilitas penerbangan dari China ke Indonesia semakin mendorong pemulihan sektor penerbangan, terutama rute penerbangan internasional tak hanya di Bali, melainkan juga di kota-kota lainnya.

Selain dari China, pada awal Maret 2023 lalu telah beroperasi penerbangan langsung satu kali dalam seminggu dari Bandar Udara Narita Tokyo (NRT) menuju Bandar Udara SAM Ratulangi Manado (MDC) pergi pulang, oleh maskapai Garuda Indonesia dengan pesawat Airbus A333 kapasitas 250 kursi.

"Dengan kolaborasi yang erat antar kementerian/lembaga dan semua stakeholders penerbangan, akan terwujud potensi konektivitas penerbangan agar kota-kota dapat terhubung dengan rute internasional, sehingga mampu mendorong pemulihan sektor penerbangan di Indonesia setelah pandemi," imbuh Kristi. (rik/sut)