Seribu NIB, Upaya Legalkan Usaha UMKM Bali
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Sebanyak seribu pelaku UMKM di Bali menerima sertifikat Nomor Induk Berusaha (NIB) dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Bali. Ini sebagai upaya untuk melegalkan usaha dari pelaku UMKM tersebut.
Sertefikat NIB itu diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukwati pada Jumat (10/3) di Denpasar.
Wagub Bali akrab disapa Cok Ace ini mengatakan bahwa NIB merupakan identitas bagi setiap pelaku usaha. Sebab, dengan memiliki NIB berarti kegiatan usaha dilaksanakan pelaku UMKM sudah legal.
“Dengan demikian pelaku usaha UMKM dalam melaksanakan kegiatan akan aman dan nyaman,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Cok Ace, dengan mengantongi NIB, maka identitas pelaku usaha tercatat dalam data base pemerintah. Dengan begitu, pelaku UMKM akan lebih mudah mendapatkan akses Kredit Usaha Rakyat (KUR). Tak hanya itu, mereka juga dipermudah mendapatkan pelatihan dan bantuan dari program pemerintah.
“NIB ini sangat penting karena menjadi titik awal untuk mengurus izin yang lain,” kata Cok Ace.
Hal ini juga menurutnya, sejalan dengan amanat Pasal 4 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko. Yang mewajibkan bagi pelaku usaha dalam memulai dan melakukan kegiatan usaha mereka mesti memenuhi perizinan Berusaha Berbasis Resiko.
“Saya memberikan apresiasi kepada DPMPTSP Provinsi Bali yang telah melegalkan seribu pelaku usaha mikro kecil perorangan dengan tingkat resiko rendah yang sudah banyak berjasa membantu pemerintah sebagai penggerak perekonomian masyarakat dalam kondisi apapun,” ucap Cok Ace.
Sementara itu, Kepala Dinas DPMPTSP Bali AA Ngurah Oka Sutha Diana mengatakan bahwa pelaksanan kegiatan ini dalam rangka menyambut Hari Suci Nyepi Tahun Caka 1945. Pelaksanaanya berlangsung dari tanggal 7 -10 maret 2023.
“Sampai saat ini sudah seribu pelaku usaha tingkat risiko rendah perorangan yang kami legalkan melalui penerbitan NIB. Semoga ini memberikan dampak positif terhadap keberadaan UMKM Bali dan iklim ekonomi di Bali,” harapnya. (dhi/sut)