Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

UMKM Sebagai Pelita di Tengah Kegelapan

Oleh Editor • 13 Juni 2023 • 19:23:00 WITA

UMKM Sebagai Pelita di Tengah Kegelapan
Ketua Dekranasda Bali Putri Koster meninjau Terpadu (PLUT) UMKM Kabupaten Buleleng, Selasa (13/6/2023) di Singaraja. (foto/adhi)

BULELENG, PODIUMNEWS.com - Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengibaratkan  UMKM sebagai pelita di tengah kegelapan.

Hal itu disampaikan Putri Koster saat bertatap muka dengan pelaku UMKM yang terhimpun dalam Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) UMKM Kabupaten Buleleng, Selasa (13/6/2023) di Singaraja

"Di tengah situasi pandemic (Covid-19), UMKM mampu tetap bertahan dan menjadi pelita kecil di dalam kegelapan," sebutnya.

Hal itu pula yang memotivasinya memfasilitasi pelaku UMKM untuk menggelar pameran bertajuk IKM Bali Bangkit yang masih berlangsung hingga saat ini.

"Bapak Gubernur (Wayan Koster) mendukung dengan memberi tempat di Taman Budaya (Art Center Denpasar) dan kami bergerak sehingga bisa bertahan," tuturnya.

Terbukti mampu bertahan di tengah situasi pandemi, ia mengajak seluruh komponen untuk merawat dan memperkuat keberadaan UMKM.

"Kita perlu melakukan upaya penguatan dari hulu hingga hilir sehingga keberadaan UMKM mampu memberikan kesejahteraan masyarakat," ucapnya.

Pada bagian lain, Putri Koster kembali menyinggung pentingnya upaya menyeimbangkan upaya pengembangan dan pelestarian. Ia lantas mencontohkan upaya pengembangan yang kerap kali menjadi bumerang seperti ancaman terhadap tenun endek dan songket.

"Karena booming, endek banyak diproduksi di luar daerah dan dipasarkan di di Bali. Sementara motif songket, banyak diaplikasikan pada kain bordir. Itu merusak upaya kita melestarikan tenun tradisional warisan leluhur dan menjadi kebanggaan secara turun temurun," bebernya.

Kasus terbaru, tenun gringsing yang booming karena digunakan delegasi G20, belakangan juga mulai dijiplak. Menurutnya hal ini tak boleh dibiarkan dan semua pihak diharapkan punya tanggungjawab untuk melestarikan keberadaan kain tenun tradisional kebanggaan masyarakat Bali. (adhi/sut)