Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Masyarakat Bali Jangan Jadi 'Penonton' Pembangunan

Oleh Editor • 04 Juli 2023 • 18:07:00 WITA

Masyarakat Bali Jangan Jadi 'Penonton' Pembangunan
Ilustrasi pembangunan infrastruktur. (shutterstock)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Ketua TP PKK Provinsi Bali Putri Suastini Koster mengajak masyarakat Bali jangan cuma sekedar menjadi `penonton` dalam berbagai pembangunan infrastruktur sedang dikerjakan pemerintah saat ini.

Hal itu disampaikan Putri Koster saat sosialisasi bertajuk Infrastruktur Bali Era Baru, pada Selasa (4/7/2023) di Denpasar.

Turut sebagai narasumber Prof I Made Damriyasa (Koordinator Kelompok Ahli Pembangunan Pemprov Bali) dan Ir I Made Arca Eriawan  (Kelompok Ahli Pembangunan Bidang Infrastruktur).

“Mari asah diri, siapkan diri sendiri guna menyambut berbagai infrastruktur yang disiapkan pemerintah. Jadi ketika semua sudah selesai, kita sendiri tuan rumah yang mengisinya. Jangan hanya menjadi penonton,” ujar Putri Koster.

Lebih lanjut Putri Koster mengatakan adalah menjadi tugas Pemprov Bali untuk membangun infrasturktur guna mendukung tercapainya kesejahteraan masyarakat. Namun, masyarakat juga mempunyai kewajiban untuk mengisinya, merawat dan memelihara pembangunan yang telah diupayakan pemerintah.

“Bagaimanapun infrastruktur yang bagus memudahkan mobilisasi masyarakat. Infrastruktur yang lengkap juga membuka kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat untuk bekerja dan berkarya,” terangnya.

Sementara Prof Damriyasa mengatakan bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur di Bali telah melalui kajian matang dengan mempertimbangkan berbagai aspek terutatam dampak alam, sosial dan budaya.

Bahkan Gubernur Bali Wayan Koster, kata Damriyasa, selalu mengundang berbagai pihak dan memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat memberikan sumbangsih pikiran terutama tentang pembangunan Bali ke depan.

“Sama dengan dalam mengkonsep Haluan 100 tahun Pembangunan Bali Masa Depan yang digagas Gubernur Wayan Koster. Beliau membuka seluas-luasnya partisipasi aktif dan sumbangsih semua pihak dalam membangun serta menjaga Bali ke depan,” ujarnya.

Sedangkan Arca Eriawan menjelaskan bahwa semua pembangunan infrastruktur itu bertujuan mendukung 5 Program Prioritas Pembangunan. Antara lain bidang pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan. Lalu bidang jaminan sosial dan ketenagakerjaan ditambah pula bidang adat, agama, tradisi budaya serta pariwisata dan program pendukung lainnya.

Selanjutnya, ia menyebutkan sejumlah rencana pembangunan infrastruktur sedang dikerjakan pemerintah, yakni jalan nasional Bali Selatan yang maksudkan mendukung konektivitas pariwisata.

“Untuk jalan nasional Bali Utara diarahkan untuk mengakomodasikan logistik dari pelabuhan utama/pengumpul menuju jalan tol. Jalan tol diarahkan untuk pemanfaatan lalu-lintas regional, perpindahan antar kawasan pariwisata, dan dukungan logistik menuju kawasan pariwisata dan keperluan ekspor-impor,” jelasnya.

“Sementara transportasi massal perkotaan (kereta api) diarahkan untuk memecahkan kemacetan perkotaan akibat beban yang tinggi dari pergerakan pariwisata dan komuter. Jaringan kereta api adalah prioritas untuk menghubungkan bandar udara dengan sistem transportasi perkotaan umum,” imbuhnya.

Terdapat pula rencanan pembangunan pelabuhan pada Pantai Utara Bali dan Gilimanuk yang akan menjadi pintu masuk logistik nasional maupun internasional. Sedangkan pelabuhan Pantai Selatan Bali ditujukan untuk menjadi konektivitas pariwisata internasional, nasional maupun regional. (adhi/sut)