Podiumnews.com / Aktual / Ekonomi

Kendalikan Inflasi, Pemprov Bangun Pasar Induk

Oleh Editor • 04 Oktober 2023 • 20:25:00 WITA

Kendalikan Inflasi, Pemprov Bangun Pasar Induk
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah bersama tim kunjungi Pasar Tabanan, Rabu (4/10/2023) di Tabanan. (foto/adhi)

TABANAN, PODIUMNEWS.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali terus menggenjot rencana pembangunan pasar induk di sejumlah kabupaten/kota termasuk di Tabanan. Hal ini dimaksudkan untuk pengendalian inflasi jangka menengah.

Terkait tindaklanjut rencana pembangunan pasar induk di Kabupaten Tabanan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah, Kepala Biro Pengadaan Barang/ Jasa dan Perekonomian (PBJK) I Ketut Adiarsa didampingi Deputi Kepala Bank Indonesia Diah Utari melakukan kunjungan kerja lapangan, Rabu (4/10/2023) di Kantor Bappeda Tabanan.

Kunjungan kerja yang diterima Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tabanan I Gede Susila, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Tabanan AA Dalem Trisna Ngurah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Tabanan I Gede Urip Gunawan ini untuk membahas ketersediaan lahan untuk pembangun pasar induk.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Provinsi Bali, I Wayan Serinah mengatakan bahwa pasar induk dibangun untuk menjaga ketersediaan pangan, sekaligus melaksanakan pengendalian inflasi jangka menengah yang secara nyata berkontribusi bagi pembangunan ekonomi Bali.

Sebab, lanjut Serinah, pembangunan pasar induk dianggap sangat relevan sebagai tempat penyuplai atau penyedia bahan pokok kebutuhan sehari-hari di Bali. Karena dengan adanya pasar induk, maka penyedia bahan pangan akan terpusat dan harga akan bisa di kontrol satu pintu.

“Tidak adanya pasar induk menyebabkan inflasi yang dialami Bali lebih besar dari pusat (Jakarta, red),” kata Serinah yang juga Plh. Kepala BPKAD Provinsi Bali

Sesuai perencanaan awal, bahwa pasar induk di Tabanan akan dibangun sebagai salah satu dari empat pasar induk yang di sebar pada empat/kota di Bali. Tiga lainnya berada di Denpasar, Gianyar dan Badung. “Sehingga satu per satu kabupaten ini dikunjungi untuk diketahui kondisi pasar yang ada,” ujarnya.

Kepala Biro PBJEK Setda Provinsi Bali I Ketut Adiarsa menambahkan jika pasar induk sudah terbangun dan beroperasi maka transaksi antara pedagang dan pembeli dapat langsung terjadi. “Sehingga dapat memotong berlipat gandanya peran tengkulak yang secara langsung membuat harga di pasar umum menjadi mahal,” terangnya.

Sementara Deputi Kepala Bank Indonesia Diah Utari mengatakan bahwa pasar induk dapat menjadi referensi harga sehingga dapat diketahui margin harga, yang nantinya juga dapat mempengaruhi penentuan harga di pasar umum, dan selanjutnya menentukan margin harga yang tidak terlalu jauh.

Setelah melaksanakan koordinasi, seluruh tim terkait juga melakukan kunjungan lapangan ke Pasar Tabanan yang terletak di pusat Kota Tabanan. (adhi/sut)