Podiumnews.com / Aktual / News

Di Ubung, Jasad Orok Ditarik Biawak

Oleh Editor • 06 Desember 2023 • 18:56:00 WITA

Di Ubung, Jasad Orok Ditarik Biawak
Polisi dan BPBD Denpasar saat mengevakuasi jasad bayi dari pinggir sungai di kawasan Sungai Tukad Mati Ubung, Denpasar, Rabu (6/12/2023). (foto/hes)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Warga dihebohkan penemuan jasad orok di pinggir sungai di kawasan Sungai Tukad Mati Ubung, Denpasar, Rabu (6/12/2023).

Orok berjenis kelamin perempuan itu semula ditarik-tarik oleh seekor biawak di pinggir sungai.

Penemuan orok itu awalnya dilihat oleh dua buruh proyek Muhamad Helmi (32) dan Huznuz Zamzami (28). Kedua saksi saat sedang berdiri di atas jendela sekitar pukul 07.30 WITA.

Kedua buruh bangunan itu sekilas melihat ada seekor biawak menarik-narik bangkai di pinggir sungai. Kedua saksi penasaran dan turun ke sungai untuk melihat dari dekat.

"Kedua buruh proyek itu lalu mendekati ke sungai dan ternyata melihat ada orok yang ditarik-tarik oleh biawak. Saksi melaporkan peristiwa tersebut ke mandor proyek bernama Rahman," kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP Ketut Sukadi, Rabu (6/12/2023) di Denpasar.

Saat ditemukan, posisi orok berada di atas tanah pinggir sungai dan dalam kondisi sudah meninggal dunia. Sementara tangan orok sebelah kiri sudah tidak ada.

Penemuan orok berjenis kelamin perempuan itu kemudian dilaporkan kepada polisi. Petugas BPBD Kota Denpasar juga datang untuk mengevakuasi bayi orok tersebut.

Tak lama sekitar pukul 08.40 WITA, petugas Inafis Polresta Denpasar tiba di TKP dan memeriksa kondisi bayi orok yang sudah tewas. Mirisnya, tangan kiri orok tersebut sudah tidak ada, leher hampir putus, paha bagian kiri robek.

Jasad orok itu lantas dievakuasi sekitar pukul 09.30 WITA dan dibawa petugas BPBD Kota Denpasar ke rumah sakit Prof Ngurah Sanglah, Denpasar.

AKP Sukadi menjelaskan pihak kepolisian Polsek Denpasar Utara hingga kini masih menyelidiki siapa yang tega membuang orok tersebut. Namun diduga pelakunya adalah orang tuanya yang tidak ingin aibnya terbongkar. "Masih diselidiki untuk mencari pelakunya," kata AKP Sukadi. (hes/sut)