Pembeli dari Jimbaran, Jadikan Kopi Termahal di Dunia
ADA banyak berbagai jenis kopi yang ada di Indonesia, mulai dari harga yang murah hingga mahal bisa ditemukan dengan mudah.
Tentu saja, ini karena ada kebun kopi yang tersebar di seluruh penjuru Indonesia. Maka, tidak mengherankan jika Indonesia termasuk salah satu negara produsen kopi terbesar peringkat empat di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Kolombia.
Di Indonesia terdapat beberapa jenis biji kopi, seperti arabika, robusta, liberika, dan excelsa. Hanya saja, yang paling sering ditemukan dan dikenali adalah jenis kopi arabika dan robusta.
Sebagai perbandingan, jenis kopi robusta tidak terlalu sulit untuk menamnya, karena tidak memerlukan lokasi yang tinggi.
Masa panennya juga cenderung cepat dibandingkan dengan arabika. Selain itu, untuk kadar kafeinnya cenderung lebih tinggi, dan kadar gulanya lebih rendah dibandingkan dengan arabika. Sedangkan ukuran bijinya cenderung lebih kecil dan bulat.
Sementara itu, kopi arabika biasanya akan tumbuh di ketinggian tertentu, dan bijinya sedikit lebih besar dibandingkan robusta. Rasanya cenderung asam dengan rasa pahit yang tipis.
Ada beberapa daerah yang memang dikenal sebagai penghasil arabika, yaitu Bali Kintamani, Aceh Gayo, Ciwidey, Tapanuli Sipirok, Papua Wamena, hingga Toraja.
Namun, belum lama ini kopi arabika dari Ciwidey berhasil mendapatkan rekor. Hal ini disebabkan karena kopi Ciwidey berhasil mengisi posisi kopi termahal di dunia.
Kopi Ciwidey: Menjadi Kopi Termahal
Pada 2017 salah satu jenis kopi di Indonesia berhasil menyabet rekor MURI sebagai jenis kopi termahal, yaitu kopi Ciwidey. Tidak tanggung-tanggung, kopi Ciwidey dipatok harga Rp2.050.000/kg.
Hal ini bermula dari adanya lelang bersamaan dengan pelaksanaan Pacific Coffee Conference di Jakarta pada Oktober 2017. Acara tersebut diikuti pemilik kedai kopi yang dari berbagai kota di Indonesia. Saat itu, kopi Ciwidey “ditandingkan” dengan sekitar 60 jenis kopi dari berbagai daerah oleh kurator.
Akhirnya, seorang pembeli sekaligus Presiden Direktur salah satu kedai kopi di Jimbaran, Bali, berhasil membeli dengan harga tertinggi, yaitu Rp2.050.000/kg.
Menariknya, harga yang dipatok merupakan rekor tertinggi harga kopi di Indonesia. Karena sebelumnya harga kopi yang dilelang hanya menyentuh angka Rp650.000/kg.
Mengenal Karakteristik Kopi Ciwidey Termahal
Setiap jenis kopi pastinya memiliki karakter yang berbeda-beda. Munculnya karakter unik ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti lokasi ditanam, tingkat kesuburan tanah, dan bagaimana prosesnya.
Mungkin Anda beranggapan, apa yang spesial dari kopi Ciwidey asal Jawa Barat hingga mencapai harga lelang yang cukup tinggi. Sebenarnya, kunci dari kopi Ciwidey adalah dari rasa, aroma, dan kualitasnya. Secara garis besar, kopi Ciwidey memiliki rasa yang cenderung manis.
Tentu saja, ini dipengaruhi proses pengolahan kopi Ciwidey yang cukup baik dan unik, yaitu dengan menerapkan black honey. Berbeda dengan lainnya, untuk mendapatkan biji kopi Ciwidey yang berkualitas, memerlukan ketelitian dalam memilih bibit terbaik dan memetik buah kopi yang merah saja.
Setelah tahapan itu dilalui, dilanjutkan dengan proses penjemuran selama 31 hari. Dari proses panjang tersebut, akan menimbulkan rasa yang spesial, layaknya meminum wine dan alkohol dengan rasa yang light. Ditambah lagi adanya rasa jeruk nipis dan cokelat hitam di pinggiran lidah sejak awal diseruput.
Dengan adanya rasa unik dari biji kopi berkualitas ini, maka sangat memungkinkan dapat menjadi salah satu daya tarik pariwisata Kota Bandung. Bahkan, ini menjadi poin plus bagi kopi Indonesia agar dapat terus meningkatkan kualitas dan produksinya, agar dapat semakin dikenal di kancah internasional. (riki/suteja)