Bali Penyumbang Devisa Pariwisata Terbesar, Koster: Butuh Transformasi Ekonomi
DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan pentingnya melakukan transformasi ekonomi yang lebih seimbang di Bali, menyusul dominasi sektor pariwisata yang telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian daerah.
Gubernur Koster menyatakan bahwa meskipun sektor pariwisata tetap menjadi penopang utama ekonomi Bali, ada kebutuhan mendesak untuk menciptakan ekosistem perekonomian yang lebih beragam.
“Pariwisata telah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi perekonomian Bali, tetapi kita harus mengakui bahwa Bali tidak bisa terus bergantung pada satu sektor saja."
"Untuk menciptakan perekonomian yang lebih berkelanjutan dan resilient, kita harus mengembangkan sektor-sektor lain seperti industri kreatif, pertanian, dan teknologi yang memiliki potensi besar di Bali,” ujar Koster, Selasa (4/2/2025).
Lebih lanjut, Koster mengungkapkan bahwa ketergantungan Bali pada sektor pariwisata ini telah membuat perekonomian daerah sangat rentan terhadap perubahan tren wisata global dan dampak fluktuasi ekonomi internasional.
Oleh karena itu, upaya untuk melakukan transformasi dan diversifikasi ekonomi menjadi sangat penting untuk memastikan Bali tidak hanya mengandalkan sektor pariwisata.
“Bali memiliki banyak potensi lain yang belum sepenuhnya digali. Sektor pertanian, misalnya, dapat diperkuat melalui pengembangan produk-produk lokal berkualitas tinggi yang bisa memenuhi pasar domestik maupun internasional." "
Demikian juga dengan sektor industri kreatif dan teknologi yang memiliki prospek besar untuk perkembangan ekonomi masa depan Bali,” tambah Koster.
Ia menekankan, pada tahun 2024, Bali berhasil menarik 6,4 juta wisatawan mancanegara, angka yang lebih tinggi dibandingkan dengan 2019 yang tercatat hanya 6,25 juta wisatawan.
Hal ini menunjukkan pemulihan yang sangat baik bagi sektor pariwisata Bali pasca-pandemi. Namun, di sisi lain, jumlah wisatawan domestik pada tahun 2024 mengalami penurunan menjadi 9,6 juta orang, sementara pada tahun 2019 angka tersebut tercatat lebih tinggi, yakni 10,5 juta orang.
“Penurunan jumlah wisatawan domestik ini menjadi tantangan tersendiri bagi kita. Selain terus menarik wisatawan mancanegara, kita harus mencari cara untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan domestik melalui berbagai inovasi dan promosi yang lebih agresif,” lanjut Koster.
Selain itu, kontribusi Bali terhadap total wisatawan mancanegara Indonesia hingga November 2024 tercatat sebesar 46%, yang menunjukkan dominasi Bali sebagai destinasi pariwisata utama.
Bali juga berperan besar dalam mendongkrak devisa pariwisata Indonesia, dengan kontribusi mencapai Rp 107 triliun atau sekitar 44% dari total devisa pariwisata Indonesia yang sebesar Rp 243 triliun.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa, namun kita harus tetap waspada dan tidak lengah. Bali harus terus menjaga daya tariknya, baik di pasar domestik maupun internasional,” ujar Koster.
Lebih lanjut, Koster menyebutkan bahwa sektor pariwisata Bali turut menyumbang sekitar 66% terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Meskipun angka tersebut mencerminkan besarnya kontribusi sektor pariwisata, Wayan Koster mengingatkan bahwa perekonomian Bali sangat rentan terhadap fluktuasi di sektor pariwisata.
“Ketergantungan yang tinggi pada pariwisata membuat Bali lebih rentan terhadap ketidakpastian global, seperti krisis ekonomi atau bencana alam. Oleh karena itu, kita harus memperkuat sektor-sektor lain yang bisa memberikan lapangan pekerjaan dan pendapatan tambahan bagi masyarakat,” tutupnya.
Pemerintah Provinsi Bali kini tengah merencanakan langkah-langkah strategis untuk memperkuat sektor non-pariwisata, dengan harapan Bali dapat menciptakan perekonomian yang lebih beragam dan berkelanjutan di masa depan.
Langkah-langkah ini mencakup berbagai program pengembangan ekonomi kreatif, peningkatan kualitas produk pertanian lokal, serta pengembangan infrastruktur teknologi yang mendukung inovasi dan transformasi ekonomi Bali. (fathur)