Kura Kura Bali: Polemik Video, Pengelola Buka Suara!
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Sebuah video yang menampilkan jukung di sekitar mulut Laguna, lokasi pembangunan Marina Internasional KEK Kura Kura Bali, kembali beredar luas di media sosial. Video ini, tanpa konteks yang jelas, memicu kesimpangsiuran informasi dan narasi yang menyesatkan, seolah-olah terjadi pelarangan aktivitas nelayan di kawasan tersebut.
PT BTID KEK Kura Kura Bali dengan tegas membantah narasi tersebut. "Kami tegaskan, narasi tersebut tidak benar dan menyesatkan," ujar Zakki Hakim, Kepala Komunikasi PT BTID KEK Kura Kura Bali, pada Jumat (21/3/2025).
Fakta Sebenarnya: Aktivitas Nelayan Berjalan Normal
- Video tersebut direkam pada Kamis, 20 Maret 2025 pukul 17.37 WITA, oleh seorang warga Serangan bernama I Wayan Paluk alias Maluk, bukan pada hari video tersebut di sebarkan.
- Dalam rekaman video, jukung yang bersangkutan tidak sedang memasuki laguna, melainkan bergerak menuju sisi timur mulut laguna.
- Petugas Satpol PP yang berada di lokasi hanya memberikan arahan secara lisan agar jukung bergeser ke arah barat. Tidak ada pelarangan aktivitas.
- Potongan percakapan yang terdengar dari kejauhan itulah yang kemudian dipelintir dan disebarkan tanpa konteks dan konfirmasi yang jelas.
- Berdasarkan keterangan para saksi di lokasi, tidak ada penghalangan atau larangan terhadap jukung maupun aktivitas masyarakat lainnya di area tersebut.
- Sejak 8 Maret 2025, tercatat 38 jukung, 54 pemancing, dan 3 jetski telah beraktivitas di area sekitar laguna.
Penjelasan PT BTID
Zakki Hakim menjelaskan bahwa akses di area laguna, yang merupakan area pembangunan marina internasional, tetap dapat diakses oleh nelayan kecil, khususnya dari Serangan. Arahan yang diberikan oleh petugas Satpol PP pada saat kejadian adalah murni arahan pengamanan situasional, bukan pelarangan.
"Kami menyayangkan beredarnya potongan video yang dikemas tanpa konteks dan diarahkan pada narasi yang tidak sesuai fakta. Kami sudah sampaikan sebelumnya, akses di area laguna, yang merupakan area pembangunan marina internasional ini, dapat diakses oleh nelayan kecil khususnya dari Serangan. Yang terjadi kemarin adalah murni arahan pengamanan situasional, bukan pelarangan," tegas Zakki Hakim.
Imbauan kepada Masyarakat
PT BTID mengajak seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya pada informasi sepihak dan selalu mengutamakan verifikasi sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi di ruang publik. Pihaknya juga mengharapkan agar masyarakat dapat memahami bahwa pembangunan KEK Kura Kura bali, bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bali, dengan tetap memperhatikan kearifan lokal.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami fakta yang sebenarnya dan tidak terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan. (isu)