Podiumnews.com / Aktual / News

Turyapada Tower Selesaikan Masalah Komunikasi Bali

Oleh Podiumnews • 21 Maret 2025 • 20:58:00 WITA

Turyapada Tower Selesaikan Masalah Komunikasi Bali
TURYAPADA TOWER KBS 6.0 KERTHI BALI

DENPASAR, PODIUMNEWS.com – Gubernur Bali, Wayan Koster, berhasil mengatasi masalah komunikasi dan TV digital yang selama ini mengganggu masyarakat Bali, khususnya di Buleleng dan Jembrana.

Dengan hadirnya Turyapada Tower di Pegayaman Sukasada, Buleleng, wilayah tersebut kini menikmati akses telekomunikasi dan siaran TV digital yang jernih dan berkualitas.

Turyapada Tower yang merupakan menara multifungsi ini memberikan dampak positif bagi warga Buleleng dan Jembrana.

Melalui pemancar menara ini, masyarakat dapat menikmati sembilan saluran TV digital dengan kualitas gambar terang dan jelas, serta komunikasi seluler yang lancar tanpa kendala sinyal.

Gubernur Wayan Koster mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sembilan stasiun TV digital yang mengudara melalui gelombang pemancar Turyapada Tower. Ke depan, jumlah stasiun TV yang akan disiarkan bertahap akan mencapai 30 stasiun.

"Turyapada Tower sudah memancarkan sembilan saluran TV, nanti akan ditingkatkan lagi menjadi 30 stasiun."

"Dari laporan yang saya terima, di Buleleng siaran sudah jauh lebih banyak dan berkualitas dibandingkan sebelumnya. Siarannya lebih terang dan lebih jelas," jelas Koster.

Koster juga mengungkapkan rasa bangganya atas komitmennya yang mulai menunjukkan hasil nyata dalam membebaskan masyarakat Buleleng dari blank spot yang mengganggu mereka selama ini.

Komitmen tersebut telah ia sampaikan sejak memulai masa jabatannya sebagai Gubernur Bali periode pertama.

"Keberadaan Turyapada Tower telah mengatasi masalah siaran TV digital di Buleleng. Tidak hanya itu, jangkauannya bahkan meluas hingga Jembrana di Bali Barat berkat ketinggian tower ini," lanjutnya.

Sebagai menara komunikasi dan informasi, Turyapada Tower telah membuktikan keberhasilannya dalam memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Bali.

Selain itu, Koster juga menambahkan bahwa menara ini akan menjadi destinasi wisata baru di Bali yang dapat mendongkrak ekonomi di kawasan Luwus dan Wanasari.

Dengan rencana pengelolaan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dan pihak ketiga yang profesional, diharapkan Turyapada Tower mulai beroperasi sepenuhnya pada akhir tahun 2026.

Dengan kehadiran Turyapada Tower, Bali semakin mendekati target "zero blank spot" yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Bali, menghilangkan hambatan komunikasi yang selama ini mengganggu masyarakat Bali di wilayah terpencil. (fathur)