Nyepi: Hening Bali, Sorot Dunia
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pulau yang masyhur dengan gemerlap pariwisatanya itu, kembali menyajikan paradoks. Di tengah denyut modernitas yang merayap, Bali memilih hening. Bukan sembarang hening, melainkan sunyi sakral Nyepi, yang gaungnya melampaui batas pulau, menembus halaman-halaman media internasional.
CNN Travel, pada 10 Maret 2024, menyoroti fenomena ini dalam artikel bertajuk "Why One of The World`s Most Popular Islands Falls Completely Silent for a Day." Analisis mereka tidak sekadar mendeskripsikan keheningan, tetapi juga menelisik implikasi kultural dan logistiknya. "Terlepas dari keyakinan dan agamanya, semua orang yang berkunjung ke Bali selama Nyepi akan terpengaruh oleh hari raya ini," tulis mereka. "Bandara dan semua tempat wisata ditutup, dan hotel tidak melakukan check-in atau check-out selama periode ini." Laporan ini, dengan data-data rinci, menggambarkan Nyepi bukan sekadar ritual, melainkan sebuah peristiwa yang menghentikan denyut nadi ekonomi dan pariwisata Bali.
Times of India, dengan artikel "Nyepi Day, When Bali Turns Silent and Comes to a Standstill for a Day!", mencoba memahami esensi Nyepi dari perspektif antropologis. Mereka melihat Nyepi sebagai sebuah anomali perayaan tahun baru, sebuah antitesis dari pesta pora yang lazim ditemui di belahan dunia lain. "Umumnya, tahun baru diisi dengan pesta, festival, atau keramaian," tulis mereka. "Hal itu berlaku sebaliknya dengan Nyepi di Bali." Laporan ini menyoroti Nyepi sebagai sebuah refleksi budaya yang mendalam.
Simple Flying, media yang khusus memantau industri penerbangan, memberikan analisis mendalam tentang dampak Nyepi terhadap lalu lintas udara. Mereka tidak hanya mencatat penutupan Bandara Internasional Ngurah Rai selama 24 jam, tetapi juga menelaah implikasi ekonomi dan logistiknya. "Petugas keamanan setempat atau pecalang bahkan akan patroli untuk memastikan tidak ada orang yang keluar," tulis mereka. Angka-angka statistik penerbangan yang disertakan memberikan gambaran jelas tentang betapa besarnya pengaruh Nyepi terhadap industri ini.
Lifestyle Asia, juga menyajikan perspektif budaya yang kuat dengan menggambarkan detail aktivitas masyarakat Bali saat nyepi, dan juga efeknya kepada para wisatawan yang berkunjung.
Keheningan Nyepi, dengan demikian, bukan sekadar sunyi ritual. Ia adalah sebuah narasi budaya yang kompleks, sebuah dialog antara tradisi dan modernitas, antara lokalitas dan globalitas. Sebuah narasi yang terus memikat dunia.
(isu/suteja)