Guru Denpasar "Melek" Coding, Siapkan Generasi Digital
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Ratusan guru di Kota Denpasar mengikuti lokakarya peningkatan kompetensi dengan fokus pada budaya literasi dan berpikir komputasional melalui bahasa coding.
Langkah ini menjadi bagian dari persiapan Denpasar Education Festival 2025, yang bertujuan membekali pendidik dengan keterampilan abad ke-21.
Lokakarya yang diselenggarakan Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar ini diikuti 465 guru dari jenjang PAUD, SD, dan SMP. Ketua Harian Bunda Literasi, Ny. Ayu Kristi Arya Wibawa, menekankan pentingnya adaptasi pendidikan dengan perkembangan zaman.
"Workshop ini sangat relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini. Jenjang PAUD difokuskan pada penguatan budaya literasi dan numerasi, menanamkan kebiasaan membaca, menulis, serta berpikir logis sejak dini."
"Sementara untuk jenjang SD dan SMP, tema berpikir komputasional dan pengenalan bahasa coding sangat penting dalam membekali siswa dengan keterampilan digital, pemecahan masalah, dan pola pikir sistematis,” ujar Ayu Kristi, Kamis (10/4/2025).
Pendidikan coding sejak dini diharapkan dapat menumbuhkan generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu berpikir kritis dan kreatif dalam memecahkan masalah.
Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Indra Gunawan Sutarto, juga mengapresiasi upaya ini, terutama pada jenjang PAUD yang dinilai krusial.
"Usia 3 sampai 6 tahun merupakan masa krusial dalam pembentukan kognitif, sosial, dan motorik anak. Oleh karena itu, peran lingkungan termasuk prasekolah dan TK sangat signifikan,” ungkapnya.
Menariknya, lokakarya ini juga menjadi persiapan peluncuran bahan ajar "Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah" dalam huruf braille pada Denpasar Education Festival mendatang.
Langkah ini menunjukkan komitmen Kota Denpasar dalam mewujudkan pendidikan inklusif bagi semua anak. (fathur)