Podiumnews.com / Aktual / Pemerintahan

Revolusi Sampah Ala Koster, Jadi Percontohan Daerah Lain

Oleh Podiumnews • 12 April 2025 • 20:29:00 WITA

Revolusi Sampah Ala Koster, Jadi Percontohan Daerah Lain
Peluncuran Gerakan Bali Bersih Sampah di Panggung Ardha Candra, Taman Art Center, Denpasar, Jumat (11/4/2025). (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Pulau Dewata memulai "revolusi" dalam perang melawan sampah. Gubernur Bali, Wayan Koster, dengan nada garang meluncurkan Gerakan Bali Bersih Sampah di Panggung Ardha Candra, Taman Art Center, Denpasar, Jumat (11/4/2025).

Acara ini menjadi panggung deklarasi komitmen Bali untuk "menggempur" sampah plastik, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Hanif Faisol Nurofiq, turut hadir dan menunjukkan "ketidaktakutannya" dalam mendukung kebijakan cemerlang ini.

"Bali adalah contoh! Kami tidak gentar mendukung langkah berani ini," tegasnya, menanggapi langkah tegas Gubernur Koster.

"Kita semua ada di atas tanah Bali, wajib bagi kita semua untuk turut menjaga kebersihan Bali."

"Tidak saja menyiapkan tempat/tong sampah sesuai jenisnya, tidak hanya menahan diri untuk membuang sampah sembarangan, namun juga ingat akan tanggung jawab menjaga alam Bali agar tetap hijau dan bersih dari polusi yang diakibatkan oleh sampah dan bau busuknya," Ujar Gubernur Koster dalam pidatonya.

Gubernur Koster menegaskan bahwa Surat Edaran (SE) Nomor 9 Tahun 2025, yang melarang produksi air minum kemasan plastik sekali pakai di bawah satu liter, adalah "senjata" utama dalam revolusi ini.

"Ini bukan sekadar himbauan, ini ultimatum! Siapa pun yang melanggar, bersiaplah menghadapi konsekuensinya," ancamnya.

Koster juga menyinggung Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 47 Tahun 2019 tentang pengelolaan sampah berbasis sumber, yang mewajibkan desa adat untuk mengelola sampah secara mandiri.

Ribuan peserta dari berbagai kalangan, termasuk kepala daerah, tokoh adat, dan aktivis lingkungan, hadir dalam acara tersebut. Pemukulan kulkul, simbol dimulainya "perang" melawan sampah, menggema di Taman Art Center.

Gubernur Koster mengakui bahwa perubahan membutuhkan waktu dan kerjasama dari semua pihak.

"Kami menyadari, transisi ini tidak akan mudah. Namun, dengan dialog dan komitmen bersama, kami yakin Bali mampu mencapai target bebas sampah pada 2026," ujarnya.

Pemerintah Provinsi Bali, akan terus melakukan sosialisasi dan pendampingan, agar gerakan ini dapat berjalan dengan baik. (fathur)