Podiumnews.com / Aktual / News

Lebih dari Bus: TMD Pilar Bali Era Hijau

Oleh Podiumnews • 18 April 2025 • 21:26:00 WITA

Lebih dari Bus: TMD Pilar Bali Era Hijau
Peluncuran kembali layanan transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) oleh Pemerintah Provinsi Bali, Jumat (18/4/2025). (Foto: Dewa)

DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Peluncuran kembali layanan transportasi publik Trans Metro Dewata (TMD) oleh Pemerintah Provinsi Bali, Jumat (18/4/2025).

Bukan sekadar menghidupkan kembali moda transportasi. Langkah ini dipandang sebagai pilar strategis dalam mewujudkan visi pembangunan Bali yang lebih hijau dan berkelanjutan, selaras dengan konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Gubernur Bali, Wayan Koster, didampingi Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta dan sejumlah kepala daerah, secara resmi mengoperasikan kembali TMD yang sempat terhenti. Pendanaan operasional TMD kini ditanggung bersama oleh Pemprov Bali (30%) dan pemerintah kabupaten/kota di kawasan Sarbagita (70%).

Sebanyak 75 unit bus akan melayani enam koridor utama di wilayah metropolitan Denpasar dan Badung.

"Pengoperasian kembali TMD bukan untuk mencari keuntungan, melainkan sebagai layanan publik guna memenuhi hak masyarakat Bali atas transportasi yang layak dan untuk mengurangi kemacetan di wilayah metropolitan Denpasar dan Badung," tegas Gubernur Koster dalam sambutannya di Gedung Kertha Sabha, Jayasabha, Denpasar.

Ia menambahkan, dengan beroperasinya kembali TMD, diharapkan masyarakat Bali dapat beralih dari penggunaan kendaraan pribadi ke transportasi publik.

Pengoprasian TMD ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan dan meningkatkan kualitas lingkungan," sambungnya.

Lebih lanjut, Gubernur Koster menjelaskan, karena adanya efisiensi di Kementerian Perhubungan RI maka alokasi dana Opersional TMD tidak lagi berasal dari pusat.

"Anggaran tidak dari pusat melainkan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan skema 30% dari Pemerintah Provinsi Bali dan 70% dari pemerintah kabupaten/kota di wilayah Sarbagita," tegas Koster.

Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi yang menjadi salah satu penyebab utama kemacetan di kawasan perkotaan Bali.

"Dengan tarif terjangkau dan jangkauan yang luas, TMD diharapkan menjadi alternatif transportasi yang menarik bagi masyarakat," terang Koster.

Selain peluncuran TMD, acara tersebut juga diwarnai penandatanganan kesepakatan bersama terkait bantuan keuangan khusus untuk pembangunan proyek strategis di enam kabupaten serta kerja sama pengembangan transportasi publik di kawasan Sarbagita.

Hal ini menunjukkan komitmen Pemprov Bali dalam mendorong pembangunan yang merata dan berkelanjutan di seluruh Pulau Dewata. (fathur)