Tol Gilimanuk-Mengwi Telan Anggaran Rp10 Triliun
DENPASAR, PODIUMNEWS.com - Anggaran lebih dari Rp10 triliun dipastikan akan digelontorkan untuk mewujudkan proyek strategis Jalan Tol Gilimanuk-Mengwi di Bali Barat.
Kepastian kucuran dana dengan nilai fantastis ini ditegaskan Gubernur Bali Wayan Koster saat menyampaikan pidato dalam acara Halal Bi Halal MUI Provinsi Bali di Denpasar, Sabtu (19/4/2025).
Koster menjelaskan, anggaran tersebut akan dialokasikan untuk pembebasan lahan yang diperkirakan mencapai hampir Rp4 triliun, serta pembangunan konstruksi, terutama untuk Fase 2 yang diperkirakan menelan dana antara Rp5 hingga Rp6 triliun.
Dengan kepastian anggaran ini, proyek yang sempat diragukan kelanjutannya dipastikan akan segera memasuki babak baru realisasi.
"Jadi pembiayaan untuk pembebasan lahan itu akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah, konstruksinya oleh swasta," urai Koster, seraya menambahkan bahwa pemerintah juga akan turut serta dalam pembangunan Fase 2 proyek tol tersebut.
Pernyataan Koster ini sekaligus menepis kabar yang sempat beredar bahwa proyek Tol Gilimanuk-Mengwi telah dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Kan sempet ada viral bahwa tol Gilimanuk-Mengwi itu tidak masuk lagi Proyek Strategis Nasional. Titiyang menghadap Pak Menteri PU dengan staf, ternyata itu masih merupakan Proyek Strategis Nasional," tegasnya.
Lebih lanjut, Koster mengungkapkan bahwa proyek tol ini bahkan tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), semakin memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah terhadap realisasinya.
"Pembangunan tol sepanjang kurang lebih 96 kilometer ini akan dibagi menjadi tiga fase, yaitu Gilimanuk-Pekutatan (Fase 1), Pekutatan-Soka (Fase 2), dan Soka-Mengwi (Fase 3)," ujar Koster.
Dengan kepastian anggaran lebih dari Rp10 triliun ini, harapan akan terwujudnya konektivitas yang lebih baik di Bali Barat semakin menguat.
Proyek ini diharapkan tidak hanya memangkas waktu tempuh perjalanan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan tersebut. (fathur)