Bali Bangun Ekosistem Mode Terintegrasi, Berdayakan Lokal
BADUNG, PODIUMNEWS.com - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali tengah merancang pembangunan ekosistem industri mode yang terintegrasi, melibatkan berbagai elemen pendukung mulai dari hulu hingga hilir.
Langkah ini dipandang sebagai upaya strategis untuk memberdayakan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Ketua Dekranasda Bali, Putri Suastini Koster, dalam sebuah kesempatan di Badung, Senin (21/4/2025) malam, menekankan bahwa pengembangan industri mode tidak bisa berdiri sendiri.
Menurutnya, sinergi antara penenun sebagai penyedia bahan baku, penjahit sebagai tenaga produksi, model sebagai presentasi karya, hingga koreografer yang menata tampilan visual, merupakan fondasi penting.
"Kita tidak hanya berbicara tentang peragaan busana, tetapi juga tentang bagaimana menggerakkan seluruh rantai nilai. Dengan melibatkan semua elemen ini, kita menciptakan sistem yang berkelanjutan," ujar Putri Koster.
Pendekatan ekosistem ini diyakini memiliki potensi besar dalam menciptakan lapangan kerja baru di berbagai sektor terkait mode.
Kebutuhan akan tenaga penenun berkualitas, penjahit dengan keterampilan tinggi, model profesional, serta ahli tata panggung dan visual akan meningkat seiring dengan perkembangan industri.
Lebih lanjut, pemberdayaan pengrajin lokal seperti penenun secara langsung akan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.
Dukungan terhadap penjahit lokal juga akan memperkuat industri kecil dan menengah di Bali.
Dekranasda Bali berkomitmen untuk memfasilitasi kolaborasi antar elemen dalam ekosistem ini.
Langkah-langkah seperti pelatihan, pendampingan, dan promosi bersama direncanakan untuk memperkuat daya saing produk mode Bali.
"Kita ingin desainer Bali tidak hanya berkarya di panggung, tetapi juga memberdayakan para pengrajin di sekitarnya. Dengan begitu, kemajuan industri mode akan dirasakan secara merata," imbuh Putri Koster.
Upaya membangun ekosistem mode yang terintegrasi ini diharapkan dapat menjadikan Bali sebagai pusat mode yang kuat dan berkelanjutan, dengan mengandalkan kekayaan budaya dan potensi sumber daya lokal. (fathur)