Podiumnews.com / Aktual / News

Puluhan Kos di Legian Hangus, Petugas Damkar Ikut Terluka

Oleh Editor • 25 April 2025 • 16:13:00 WITA

Puluhan Kos di Legian Hangus, Petugas Damkar Ikut Terluka
ILUSTRASI: Kebakaran. (podiumnews)

KUTA, PODIUMNEWS.com - Jumat (25/4/2025) dini hari, kawasan padat hunian di Jalan Dewi Sri VIII, Legian Klod, Kuta, mendadak jadi lautan api. Puluhan kamar kos semi permanen dan sebuah warung kelontong ludes dilalap si jago merah.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.45 WITA itu tak hanya menghancurkan tempat tinggal, tapi juga menyeret sejumlah penghuni ke rumah sakit akibat luka bakar, bahkan seorang petugas pemadam kebakaran ikut menjadi korban.

Kobaran api yang tiba-tiba menyembul, disertai asap pekat yang membumbung ke langit, sontak memecah sunyi subuh. Afon, seorang penghuni asal Nusa Tenggara Timur, menuturkan bagaimana suara gemuruh membuatnya terjaga dari lelap. Tak lama, listrik padam, menambah kengerian dalam kegelapan.

“Saya langsung turun. Api sudah besar sekali dari kamar pojok atas kiri,” katanya, dengan nada masih terkejut. Dalam kepanikan, tak ada harta benda yang sempat ia selamatkan.

Kisah serupa dialami Heryanto (35), penghuni asal Banyuwangi. Baru kembali kerja dan beristirahat, ia dikejutkan oleh padamnya listrik dan rentetan ledakan sekitar pukul 04.50 WITA. Saat pintu kamar ia buka, api sudah berkecamuk di lantai atas. Naluri menyelamatkan diri membuatnya langsung berlari keluar.

Lima unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Badung bergegas tiba di lokasi. Namun, nasib nahas menimpa I Made Kernajaya (49), seorang petugas damkar. Saat berupaya memadamkan api, reruntuhan bangunan tiba-tiba menimpanya. Beruntung, lukanya tak parah, dan ia segera dievakuasi ke RS Siloam Kuta.

Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 08.00 WITA. Namun, kerusakan yang ditimbulkan amat parah. Menurut Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, 30 kamar kos beserta isinya rata dengan tanah. Warung kelontong milik pemilik bangunan, Moh Alfan Soleh (43), juga tak luput dari amukan api. Bangunan dua lantai semi permanen seluas sekitar tiga are itu kini tinggal puing.

Tiga penghuni kos dilaporkan mengalami luka bakar. Dua di antaranya, Ismail (19), kini dirawat di RS Siloam Kuta, sementara satu korban lainnya dirawat di RSUP Prof IGNG Ngoerah Denpasar.

Penyebab kebakaran masih misteri. Namun, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Polisi masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk mengungkap penyebab pasti. Kerugian materiil belum bisa ditaksir.

Tragedi ini menjadi alarm akan bahaya kebakaran di kawasan padat penduduk dan pentingnya sistem keamanan yang memadai. (hes/suteja)